Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sembalun sejak siang hingga Minggu sore memicu longsor tebing setinggi sekitar 20 meter di jalur Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat kejadian tersebut, akses jalan utama di kawasan wisata itu tidak dapat dilalui kendaraan selama lebih dari delapan jam.
Camat Sembalun, Suherman, menyampaikan bahwa curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan kondisi tanah di perbukitan menjadi labil. Hal ini mengakibatkan material longsor berupa tanah dan batu jatuh menutupi seluruh badan jalan.
“Curah hujan yang tinggi membuat tanah di wilayah perbukitan menjadi labil, sehingga terjadi longsor dan menutup badan jalan,” ujar Suherman, Senin, 9 Februari 2026.
Peristiwa longsor tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Material longsor menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketebalan material mencapai 1,5 meter. Kondisi ini membuat jalur tersebut lumpuh total, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Akibat tertutupnya akses utama, sejumlah pengendara terpaksa menghentikan perjalanan mereka dan memilih mencari jalur alternatif dengan berbalik arah. Penanganan segera dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Tim Siaga Bencana Desa, serta dibantu masyarakat setempat secara gotong royong.
“Pembersihan material longsor kami lakukan bersama-sama, dan akses jalan baru dapat dilalui kembali sekitar pukul 21.00 WITA,” tambah Suherman.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalur Pusuk Sembalun dilaporkan telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan secara lancar. Namun, pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah perbukitan selama musim penghujan.
“Pada musim hujan seperti sekarang, wilayah perbukitan sangat rentan longsor. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologis,” tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews





