Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews - Paris, Prancis
Piala Dunia memang menjadi panggung spektakuler, tetapi bagi klub-klub besar, turnamen ini kerap menimbulkan tantangan serius.
Musim panas Liverpool selalu penuh tantangan, dan 2026 tak berbeda. Piala Dunia yang berlangsung tepat di tengah pramusim, manajemen klub menghadapi situasi unik karena pemain inti tersebar di seluruh dunia, jadwal latihan terganggu, dan integrasi pemain baru menjadi lebih sulit dari biasanya.
Dalam situasi ini, keputusan Liverpool mendatangkan Jeremy Jacquet lebih awal menunjukkan strategi jangka panjang yang cerdas. Klub ingin memastikan setidaknya satu pemain baru bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, gaya latihan, dan metode kerja Arne Slot sebelum kekacauan internasional dimulai.
Piala Dunia memang menjadi panggung spektakuler, tetapi bagi klub-klub besar, turnamen ini kerap menimbulkan tantangan serius. Kembalinya pemain secara bertahap, perbedaan kondisi fisik, dan penundaan latihan taktik membuat pengenalan pemain baru menjadi tugas berat.
Liverpool paham hal ini lebih dari kebanyakan tim lain, karena sejumlah pemain mereka yang rutin tampil di tim nasional. Maka dari itu, kedatangan Jacquet sebelum turnamen dimulai memberi klub kesempatan langka untuk membangun kontinuitas di tengah pramusim yang terpecah.
Momentum Jacquet di Ligue 1 bersama Rennes membuat langkah ini semakin masuk akal. Performa bek muda itu terus meningkat, dan namanya mulai diperhitungkan di Prancis. Meski belum pernah tampil di level senior, arah perkembangannya sangat menjanjikan.
Bagi seorang bek tengah muda, paparan awal di lingkungan baru sangat krusial. Memahami taktik yang diterapkan, dan membangun kekompakan dengan rekan setim membutuhkan waktu. Liverpool ingin memberi Jacquet keunggulan itu, bukannya langsung membuangnya ke tengah kekacauan internasional.
Pertanyaannya kini, apakah musim panas ini akan membawa Jacquet ke pengakuan internasional? Sepak bola Prancis memang sarat talenta di lini belakang, dan pakar sepak bola Eropa, Julien Laurens menyoroti persaingan ketat di tim nasional.
“Dia berada di ambang tim senior Prancis bersama Deschamps, mungkin belum untuk Piala Dunia, karena persaingan terlalu ketat,” kata Laurens, dalam siniar Euro Leagues BBC.
Langkah Liverpool terlihat tepat. Meski debut internasional mungkin belum datang, klub memastikan Jacquet siap secara fisik, mental, dan taktis untuk musim depan. Dari perspektif klub, ini lebih mengutamakan kesiapan pemain daripada tekanan turnamen.
Laurens juga menyoroti strategi Liverpool yang bergerak cepat sebelum pasar transfer berubah. “Jika Anda tidak mendapatkan dia sekarang, saya rasa dia akan pindah ke klub besar juga nantinya,” katanya.
Lewat cara ini, Liverpool tidak menunggu waktu, tetapi mengambil inisiatif untuk memastikan pemain baru siap menghadapi musim penuh tantangan. Jika Jacquet absen karena Piala Dunia 2026, klub tetap mendapat kehadiran berharga di lapangan latihan, jika tidak, mereka tetap berada selangkah di depan kompetitor.
Editor: Muhammad Ridwan



