Dugaan Modus Penipuan Bukti Transfer Palsu, Mobil Suzuki XL7 Warga Sidoarjo Dibawa Kabur

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Aksi penipuan dengan modus bukti transfer palsu kembali memakan korban. Kali ini korban yang bercerita adalah M (57 tahun), warga Candi, Sidoarjo, yang bermaksud membantu menjualkan mobil tetangganya lewat Facebook Marketplace.

Akibat didesak pelaku lewat manipulasi data perbankan, sebuah unit mobil Suzuki XL7 pun raib dibawa lari pelaku sejak, Minggu (8/2/2026) malam kemarin.

Kepada Radio Suara Surabaya, M bercerita kalau kejadian bermula dari postingan jual beli di media sosial. Saat itu ia membantu A tetangganya mempromosikan mobil Suzuki XL7 putih bernopol W 1848 PL. Tak lama, seorang calon pembeli yang tak disebutkan namanya datang dan menyepakati harga Rp187 juta.

“Saya jualkan mobil XL7 tahun 2020. Mobilnya tetangga saya ini suruh jualkan saya. (Jualnya) lewat Facebook. Ada orang datang, (ngakunya) “itu saudara saya”.  Dia bilang gitu, ‘ya (akhirnya) sepakat harga.’ Harga 187 juta,” ujar M ketika mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (9/2/2026) petang,

Mobil Suzuki XL7 putih bernopol W 1848 PL milik A yang raib dibawa penipu. Foto: M pendengar SS

Setelah harga disepakati, pelaku mengaku telah mentransfer uang ke rekening L, istri pemilik mobil. Namun, saat hendak diverifikasi, kondisi mobile banking (m-banking) si penjual tiba-tiba eror atau trouble.

“Ditransferlah ke rekeningnya Bu L. Setelah itu sudah masuk, ‘bu monggo dicek.’ Dicek ke m-banking-nya, m-banking-nya trouble katanya. Berarti kita ke Indomart (ke mesin ATM),” ujar M menirukan pembicaraan saat transaksi saat itu.

Saat ke ATM minimarket itu, M mengaku belum melepaskan mobil itu ke pelaku karena belum punya bukti transfer. “Mobil belum saya lepaskan karena kan saya belum tahu bukti. Ternyata ke Indomart, ATM-nya Bu A juga keblokir gitu loh,” ucapnya.

Memanfaatkan situasi kartu ATM yang terblokir dan hari yang sudah malam, pelaku kemudian mulai mendesak M secara agresif. Pelaku bahkan meyakinkan A dengan kata-kata bohong, agar mobilmya bisa segera dibawa meskipun dana belum terverifikasi di mutasi rekening.

“Orangnya mendesak, loh aku wes transfer kok gak mok kekno (lah saya udah transfer/bayar kok mobil gak dikasih), sampean cek (anda cek). Lah ngecek gimana mau cek kan tidak bisa, kan ATM-nya keblokir. ‘Sampean ojok celometan mas’ (anda jangan celometan). Akhirnya terdesak saya, waduh. Akhirnya dibawalah mobil itu,” bebernya.

Kebenaran pun baru terungkap keesokan harinya, ketika istri A melakukan pengecekan langsung ke bank setelah pulang kerja. Pihak bank memastikan bahwa saldo tidak bertambah, dan bukti yang ditunjukkan pelaku adalah hasil manipulasi.

“Tadi setelah istrinya pak A pulang kerja dicek ke bank di Surabaya katanya. Ternyata itu katanya editan, Rp187 juta. (Mobilnya dibawa) kemarin malam. Baru tahunya kalau memang itu editan sore ini tadi,” ungkapnya.

Setelah menyadari telah menjadi korban penipuan, M langsung melaporkan kejadian tersebut ke Suara Surabaya. Dia juga telah menyiapkan berkas dan foto kendaraan untuk segera melaporkan kasus ini secara resmi ke Polresta Sidoarjo, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (bil/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bansos PKH dan BPNT Mulai Cair Februari 2026, Simak Nominal dan Cara Cek Penerima
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Podium Media Indonesia: Melampaui Sejarah
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Malut Selidiki Dugaan Tambang Ilegal PT Position, KATAM Beri Apresiasi
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
5 Jenis Bunga yang Mudah Ditanam di Rumah untuk Pemula
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.