Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi 160 warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini menyasar masyarakat dari lima daerah, yakni Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Sumedang.
Bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi Kemensos dan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat yang melibatkan delapan dokter mata dan 17 tenaga medis, YPP Peduli Pundi Amal, RSIA Livasya dengan dukungan 35 tenaga medis dan administrasi, serta Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Seluruh peserta menjalani proses skrining atau pemeriksaan kelayakan medis sesuai standar operasional prosedur sebelum tindakan operasi dilakukan di RSIA Livasya. Dari total 237 pendaftar, 180 orang dinyatakan lolos skrining. Dari jumlah tersebut, 160 pasien berhasil menjalani operasi katarak, terdiri atas 105 lansia dan 55 pasien nonlansia.
Selain layanan operasi katarak gratis, para peserta juga menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa paket nutrisi untuk mendukung proses pemulihan pascaoperasi. Bantuan tersebut meliputi susu, beras, makanan tambahan, dan vitamin.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf agar pelayanan kesehatan bagi lanjut usia dapat dilakukan secara optimal.
"Gangguan penglihatan akibat katarak kerap membatasi aktivitas dan menurunkan kualitas hidup lansia. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami berharap para lansia dapat kembali beraktivitas secara mandiri," ujar Supomo, Minggu, (8/2/2026).
Ia menambahkan, bakti sosial ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap kesejahteraan lansia.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Direktur Utama SCTV–Indosiar serta Bupati Majalengka Eman Suherman. Keduanya menyampaikan apresiasi kepada Kemensos dan PERDAMI atas terselenggaranya operasi katarak gratis di wilayah Majalengka.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pendamping sosial bersama tim Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) terlibat dalam proses skrining hingga pendampingan pascaoperasi guna memantau kondisi kesehatan mata para peserta.
Baca Juga: Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
Kegiatan operasi katarak ini merupakan bagian dari intervensi rehabilitasi sosial Kemensos melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat. Kemensos berharap para lansia penerima manfaat dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Salah satu penerima manfaat, Kanta (96), mengaku bersyukur atas operasi katarak gratis ini. Ia berharap penglihatannya kembali pulih sehingga dapat beraktivitas normal.***
