Kemensos Aktifkan Kembali Puskesos untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

pantau.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) mengaktifkan kembali Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemutakhiran data dan memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 dan Instruksi Presiden Nomor 8 yang menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akurat dan berbasis bukti lapangan.

"Puskesos berperan penting sebagai ujung tombak layanan sosial di desa karena mampu merespons langsung berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pendataan hingga rujukan bantuan sosial," ungkapnya.

Penguatan Puskesos Dimulai dari Pulau Jawa

Sebelumnya, tercatat sekitar 8.000 unit Puskesos aktif di seluruh Indonesia, namun jumlah tersebut menurun drastis menjadi sekitar 800 unit akibat kurangnya penguatan dan perhatian dalam beberapa tahun terakhir.

Pengaktifan kembali Puskesos dilakukan secara bertahap melalui skema uji coba (piloting) di daerah-daerah yang dianggap memiliki kesiapan infrastruktur pendukung, seperti sumber daya manusia, pusat data, dan pengalaman dalam pemutakhiran data.

Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam menyiapkan skema penguatan tersebut.

Wilayah uji coba mencakup beberapa daerah di Pulau Jawa, yakni Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Setelah tahap uji coba di Jawa, program ini akan diperluas ke wilayah lain di luar Pulau Jawa.

"Kami bersama Kementerian Desa, dan pemerintah daerah juga memperkuat mekanisme pemutakhiran DTSEN melalui jalur formal, seperti RT dan RW, musyawarah desa, dinas sosial, pendamping PKH, pendamping desa, hingga pemerintah daerah," ia mengungkapkan.

Partisipasi Masyarakat dan Digitalisasi Kanal Pelaporan

Selain jalur formal, Kemensos juga membuka partisipasi masyarakat untuk memperbarui data sosial ekonomi melalui beberapa kanal pelaporan digital.

Kanal pelaporan tersebut mencakup aplikasi Cek Bansos, call center 021-121, layanan pesan singkat, dan WhatsApp center.

Langkah ini diambil untuk memastikan data sosial ekonomi masyarakat terus diperbarui secara partisipatif dan real time.

Kemensos optimistis bahwa dengan skema yang telah disusun bersama, Puskesos akan kembali berfungsi sebagai pusat layanan kesejahteraan sosial terpadu di tingkat desa.

Dengan demikian, program bantuan sosial diharapkan bisa disalurkan secara lebih adil, akurat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Secepat-cepatnya kita realisasikan ini," tegas Saifullah Yusuf.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KLJ Februari 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkapnya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Meradang Pelajar Siram Air Keras Acak di Cempaka Putih: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Al Nassr Menang Terus tanpa Dirinya, Ronaldo Pilih Akhiri Mogok Main
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Hilirisasi Bauksit ANTM dkk Dinilai Bakal Dongkrak Ekonomi Daerah
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Bukan Ditutup, Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Nasib Hotel Sultan Setelah Diambil PPKGBK
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.