Pemilik Jelaskan Alasan Plang Kantor Hukumnya Ada di TKP Penganiayaan Warga Jakbar

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengacara Digit Lawfirm menjelaskan alasan plang kantor hukumnya di lokasi penganiayaan di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pengacara Todo Siagian menegaskan bahwa rumah tersebut bukanlah kantor operasionalnya, melainkan hanya lokasi pemasangan iklan.

"Memang itu saya bikin plang (papan nama) di situ dulu untuk menjaring klien di sekitar situ tahun 2022 sampai 2024, hanya sebagai iklan lah," ujar Todo saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Penganiaya Pria di Jakbar Sempat Janji Pasang Peredam Suara Drum tapi Masih Bising

Todo menjelaskan, pemilik rumah tersebut yang merupakan pelaku penganiayaan berinisial D bukanlah dirinya atau firma hukumnya.

Melainkan, D adalah seorang kerabat jauh yang masih satu keluarga karena kesamaan marga, yaitu Siagian.

Ia meminjam area rumah kerabatnya itu hanya untuk memasang plang dengan harapan mendapatkan klien di wilayah Jakarta Barat.

"Karena saya masih keluarga dengan pemilik rumah itu, saya minta izin pasang plang di situ tahun 2022 sampai 2024. Tapi, karena tidak ada klien dari situ, saya sudah tidak pernah komunikasi lagi," kata Todo.

Ia pun mengaku tidak mengetahui jika plang tersebut masih terpasang hingga saat ini.

Baca juga: Dianiaya Gegara Protes Suara Drum, Pria di Jakbar Juga Diancam Dibunuh Tetangga

Pasalnya, kata Todo, saat ini operasional kantornya berada di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan, bukan di Kapuk, Jakarta Barat.

"Kalau kantor saya itu di Setiabudi. Nah, setelah 2024 sampai saat ini, saya tidak lagi berhubungan (dengan pelaku). Saya tidak tahu plang itu dicabut atau tidak," jelasnya.

Bantah Terlibat Penganiayaan

Akibat plang hukumnya yang masih menempel di pagar rumah pelaku, Todo menjadi sasaran kemarahan warganet.

Ia pun membantah tuduhan yang mengira dua orang pelaku penganiayaan adalah dirinya dan anaknya.

Baca juga: Pengacara Todo Siagian Bantah Terlibat Penganiayaan Warga di Jakbar

Ia menegaskan bahwa pelaku bukanlah anggota firma hukumnya, dan rumah itu bukan kantornya.

"Bukan, itu dia (pelaku) sama sekali bukan anggota Digit Lawfirm. Itu bukan kantor kami, kami tidak pernah berkantor di sana," tegas Todo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya pun sampai hari ini masih diteror netizen. Disangkakan itu anak saya. Saya sudah jelaskan, saya tidak punya anak laki-laki, anak saya perempuan semua," keluhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komdigi Percepat Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Pascabanjir di Reje Payung Aceh Tengah
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemarin, Megawati terima doktor hingga Prabowo pimpin rapim TNI-Polri
• 57 menit laluantaranews.com
thumb
Ketum AHY Serukan Dukungan Total Demokrat untuk Prabowo
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
BGN: Mitra tak boleh tolak relawan disabilitas yang kerja di dapur MBG
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Menkum: Pendengar Musik Tak Wajib Bayar Royalti, Beban Ada di Platform
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.