Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengaku tak risau meski tim asuhannya melalui tiga laga tanpa kemenangan pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Van Gastel meminta publik melihat konteks yang lebih luas, mengingat PSIM Yogyakarta berstatus tim promosi.
Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menjelaskan PSIM Yogyakarta merupakan tim dengan anggaran terbatas dan ia menilai kemampuan tim bersaing di papan tengah Super League dinilai sudah sesuai jalur.
"Kami telah gagal menang tiga kali, itu benar. Tapi jika Anda melihat lawan kami, saya pikir Persebaya memiliki kedalaman skuad. Borneo ada di peringkat kedua klasemen punya pengalaman di liga tertinggi, dan Persis mampu merombak timnya secara signifikan," kata Van Gastel.
"Kami baru saja dipromosikan dengan budget kecil. Tapi menurut saya, apa yang dilakukan tim saya jauh lebih baik daripada apa yang orang-orang pikirkan," kata dia.
Pada tiga pertandingan sebelumnya di kompetisi Super League, PSIM Yogyakarta belum bisa mengemas kemenangan setelah takluk dari Borneo FC dan Persebaya Surabaya, serta ditahan imbang Persis Solo.
Khusus untuk menghadapi pertandingan Persis Solo, Van Gastel mengakui sangat kecewa sebab Ze Valente serta kolega mendominasi jalannya pertandingan.
"Hasilnya mengecewakan. Saya pikir kami menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain-pemain saya," ungkap Van Gastel.
"Mereka telah melakukan segalanya. Pertandingan ini sebenarnya berjalan satu arah (kami mendominasi). Jika Anda melihat permainan hari ini, menurut saya, adalah suatu keajaiban bahwa kami tidak menang," katanya.
Selanjutnya pada pekan ke-21 Super League, PSIM Yogyakarta dijadwalkan akan bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (13/2) pukul 15.30 WIB.
Baca juga: PSIM Yogyakarta datangkan bek asing anyar Jop van der Avert
Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Van Gastel meminta publik melihat konteks yang lebih luas, mengingat PSIM Yogyakarta berstatus tim promosi.
Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menjelaskan PSIM Yogyakarta merupakan tim dengan anggaran terbatas dan ia menilai kemampuan tim bersaing di papan tengah Super League dinilai sudah sesuai jalur.
"Kami telah gagal menang tiga kali, itu benar. Tapi jika Anda melihat lawan kami, saya pikir Persebaya memiliki kedalaman skuad. Borneo ada di peringkat kedua klasemen punya pengalaman di liga tertinggi, dan Persis mampu merombak timnya secara signifikan," kata Van Gastel.
"Kami baru saja dipromosikan dengan budget kecil. Tapi menurut saya, apa yang dilakukan tim saya jauh lebih baik daripada apa yang orang-orang pikirkan," kata dia.
Pada tiga pertandingan sebelumnya di kompetisi Super League, PSIM Yogyakarta belum bisa mengemas kemenangan setelah takluk dari Borneo FC dan Persebaya Surabaya, serta ditahan imbang Persis Solo.
Khusus untuk menghadapi pertandingan Persis Solo, Van Gastel mengakui sangat kecewa sebab Ze Valente serta kolega mendominasi jalannya pertandingan.
"Hasilnya mengecewakan. Saya pikir kami menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain-pemain saya," ungkap Van Gastel.
"Mereka telah melakukan segalanya. Pertandingan ini sebenarnya berjalan satu arah (kami mendominasi). Jika Anda melihat permainan hari ini, menurut saya, adalah suatu keajaiban bahwa kami tidak menang," katanya.
Selanjutnya pada pekan ke-21 Super League, PSIM Yogyakarta dijadwalkan akan bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (13/2) pukul 15.30 WIB.
Baca juga: PSIM Yogyakarta datangkan bek asing anyar Jop van der Avert





