Fiks! Jenderal Sigit Tak Perlu Jadi Petani, Ini Kata Istana soal Polri di Bawah Kementerian

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak perlu menjadi petani karena kelembagaan Polri tidak akan ditempatkan di bawah kementerian.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan tidak ada usulan dari Tim Reformasi Polri soal penyesuaian kelembagaan yang menempatkan institusi kepolisian di bawah kementerian tertentu.

BACA JUGA: Wacana Polri Diposisikan di Bawah Kementerian, Kapolri: Mending Saya Jadi Petani

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan seputar agenda Rapat Pimpinan Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). ANTARA/Andi Firdaus

Hal itu disampaikan Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seusai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri, Senin (9/2/2026).

BACA JUGA: Kolonel Mulyo Bantah Paspampres Terlibat Penganiayaan Ojol di Jakbar

Prasetyo mengatakan bahwa berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait posisi kelembagaan Polri bukan berasal dari Tim Reformasi Polri.

"Enggak ada," kata Prasetyo saat ditanya pandangan Istana seputar isu penyesuaian kelembagaan Polri di bawah kementerian tertentu.

BACA JUGA: Ini Langkah KPK soal 18 Anggota DPR di Pusaran Korupsi DJKA, Siap-Siap Saja

Pada kesempatan itu, Mensesneg menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto terus memantau kerja Tim Reformasi Polri yang secara rutin melaporkan perkembangan kepada kepala negara.

Dia mengatakan bahwa Tim Reformasi Polri tetap bekerja, meski tidak semua prosesnya terekspos ke publik.

"Ada dong (laporan, red). Kan lapor kepada Pak Presiden," katanya menjawab perkembangan aktual kinerja Tim Reformasi Polri.

Prasetyo menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat institusi negara lewat instrumen kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI dan Polri.

Dia mengatakan syarat negara yang kuat terletak pada birokrasi yang solid, serta aparat pertahanan dan keamanan yang profesional.

"Birokrasi harus kuat dan hebat. Tentara harus kuat dan hebat dan polisi juga harus kuat dan hebat. Jadi, kita harus membuat kuat, bukan terjebak pada isu-isu kelembagaan," ujarnya.

Terkait kemungkinan pembahasan rekomendasi Tim Reformasi Polri dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri, Prasetyo mengatakan agenda tersebut belum secara spesifik dibahas dalam rapat kali ini.

Fokus Rapim lebih diarahkan pada penguatan koordinasi TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

"Nanti dulu. Ini kan Rapim TNI Polri. Tadi tidak ada membahas spesifik itu," katanya saat ditanya terkait rekomendasi Tim Reformasi Polri dalam Rapim hari ini.

Tolak Polri di Bawah Kementerian, Jenderal Sigit Rela Jadi Petani

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian.

Penolakan disampaikan Jenderal Sigit dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dan Kapolda seluruh Indonesia di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dia bahkan menyatakan apabila dirinya terpilih menjadi Menteri Kepolisian, dia mengaku lebih memilih menjadi petani ketimbang menduduki jabatan tersebut.

"Ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WhatsApp bahwa 'mau enggak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?" kata Sigit sambil menirukan pesan tersebut.

Menurutnya, posisi Polri yang saat ini berada di bawah Presiden merupakan posisi yang ideal.

"Kami bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat), di bidang hukum, di bidang perlindungan dan pelayanan," ucapnya.

Oleh karena itu pula, Jenderal Sigit menolak tawaran menjadi Menteri Kepolisian.

"Kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," ucap Sigit dengan tegas.

Jenderal polisi bintang empat itu bahkan menegaskan dirinya lebih baik mundur dari jabatan Kapolri ketimbang menjadi Menteri Kepolisian.

"Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah Presiden atau polisi tetap di bawah Presiden, tetapi ada Menteri Kepolisian dan Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot. Saya kira itu untuk sikap saya," kata Sigit.(ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Respons KASAD Jenderal Maruli soal Pelibatan TNI Mengatasi Terorisme


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BEI Beri Sinyal Kode Broker Dibuka Lagi, Transparansi Transaksi Saham Berubah?
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pram Ingin Jakarta Aman dan Nyaman: Manusia Gerobak akan Ditertibkan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bursa Capres 2029 Berdasar Survei IPI, Ada Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Pengamat: APBN 2026 Jadi Kunci Pengelolaan dan Kemandirian Industri Pertahanan
• 14 jam laludisway.id
thumb
Peringatan Dini Cuaca di NTT, BMKG Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.