KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah. Untuk memastikan pasokan kembali stabil, Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Polda Kalimantan Timur bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung mengawal distribusi bahan pokok ke wilayah perbatasan tersebut.
Pengawalan dimulai sejak proses pengiriman dari Gudang Bulog di Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, pada Senin (9/2) pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Langkah ini dilakukan guna menjamin distribusi berjalan aman dan tepat sasaran. Ketua Tim Kelompok Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi, menjelaskan kehadiran pemerintah pusat di Samarinda merupakan bentuk tindak lanjut atas laporan melonjaknya harga pangan di Mahulu.
“Menyikapi informasi harga beras yang mencapai Rp1 juta per karung, hari ini kami menyalurkan bahan pangan, terutama beras dan minyak goreng Minyakita, untuk membantu menekan harga,” ujar Yudhi.
Baca juga : Kebutuhan Daging Sapi saat Ramadan Berpotensi Meningkat hingga 30 Persen
Pada tahap awal, sebanyak 3,2 ton bahan pangan disiapkan untuk dikirim, terdiri dari beras premium, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Minyakita.
Pemerintah berharap tambahan pasokan ini dapat segera dirasakan masyarakat dan berkontribusi pada penurunan harga di tingkat konsumen. Sementara itu, Koordinator Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menegaskan bahwa lonjakan harga tersebut bukan disebabkan oleh praktik penimbunan.
“Hasil pemantauan kami belum menemukan adanya penimbunan. Kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh kendala distribusi, terutama jarak tempuh yang jauh dan terganggunya transportasi sungai,” jelasnya.
Baca juga : Jelang Ramadan di Cirebon, Harga Cabai Rawit Merah Naik Tinggi
Ia menambahkan, jalur sungai dari Samarinda menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu belakangan mengalami hambatan operasional, sehingga berdampak langsung pada biaya dan kelancaran pengiriman bahan pokok. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan pengawasan distribusi akan terus dilakukan hingga barang diterima masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Musazdin Said, mengakui distribusi ke Mahulu saat ini menghadapi tantangan besar. Jalur sungai yang biasanya menjadi akses utama belum dapat dilalui, sehingga pengiriman terpaksa dialihkan melalui jalur darat.
"Kami mendapat informasi bahwa hingga saat ini kapal belum bisa menuju Mahakam Ulu. Karena itu, distribusi dialihkan lewat darat meski memerlukan waktu lebih lama,” katanya.
Musazdin memperkirakan perjalanan logistik memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Hal ini disebabkan kendaraan harus melintasi rute Melak-Ujoh Bilang yang sebagian jalannya masih dalam proses pembangunan.
Setibanya di Mahakam Ulu, seluruh bahan pangan tersebut akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk disalurkan melalui kegiatan pasar murah dan bazar. Program ini juga disiapkan sebagai langkah antisipasi menjelang Ramadan.
“Gerakan pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok,” ujar Musazdin.
Ia menegaskan, sesuai arahan Bapanas, harga jual komoditas yang disalurkan tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET). Beras premium ditetapkan Rp15.400 per kilogram, beras SPHP Rp13.100 per kilogram atau sekitar Rp65.500 per kemasan lima kilogram, sementara Minyakita dijual maksimal Rp15.700 per liter. (YN/E-4)





