Jakarta (ANTARA) - Cucu Presiden Pertama RI Soekarno, Didi Mahardhika Soekarno menegaskan setia kepada Presiden Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.
Mahardhika yang merupakan kader Partai Gerindra itu dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pilihan sikap politiknya yang berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno bukan keputusan sesaat.
Ia mengaku berjalan di atas dua amanah yang dipegang teguh, yakni amanah dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri serta amanah dari Prabowo yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.
"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujarnya..
Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.
Ia menjelaskan pilihannya berlabuh di Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Ia menilai Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya membenturkan.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," katanya.
Ia juga mengatakan kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal.
"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," ujarnya.
Lebih lanjut, Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto dan pembelahan serupa.
Menurut dia, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa.
"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengotakan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya.
Namun ia menyatakan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni menyatukan, bukan membelah.
Baca juga: Cucu Soekarno Didi Mahardhika temui Prabowo di Istana Jakarta
Baca juga: HUT Gerindra, Prabowo apresiasi kader terus bersamai perjuangan partai
Mahardhika yang merupakan kader Partai Gerindra itu dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pilihan sikap politiknya yang berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno bukan keputusan sesaat.
Ia mengaku berjalan di atas dua amanah yang dipegang teguh, yakni amanah dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri serta amanah dari Prabowo yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.
"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," ujarnya..
Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.
Ia menjelaskan pilihannya berlabuh di Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Ia menilai Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya membenturkan.
"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," katanya.
Ia juga mengatakan kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal.
"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," ujarnya.
Lebih lanjut, Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Soeharto dan pembelahan serupa.
Menurut dia, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa.
"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengotakan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya.
Namun ia menyatakan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni menyatukan, bukan membelah.
Baca juga: Cucu Soekarno Didi Mahardhika temui Prabowo di Istana Jakarta
Baca juga: HUT Gerindra, Prabowo apresiasi kader terus bersamai perjuangan partai





