Grid.ID - Beberapa waktu lalu, sosok guru ngaji asal Babakan Ciparay, Kota Bandung sempat diundang Dedi Mulyadi. Hal ini pun bermula tatkala kisah sang ustaz yang mengajar tanpa memungut biaya viral di media sosial.
Usut punya usut, sosok ustaz tersebut diketahui bernama Deni Firmansyah. Kejadian viralnya sang ustaz pun bermula tatkala dia diketahui kesulitan ekonomi.
Bahkan ia sampai terusir dari rumah kontrakannya karena tidak bisa membayar uang sewa. Dan siapa sangka, video viral itu sampai ke telinga gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Setelahnya, ustaz Deni Firmansyah diundang Dedi Mulyadi ke kediaman sang gubernur Jawa Barat itu. Yakni di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Rabu (4/2/2025).
Tak cukup sampai di situ, kabar terbaru ustaz Deni kini juga terbilang membaik. Bagaimana tidak, ia kini dibanjiri bantuan dari berbagai pihak.
Mulai dari para tetangga, konten kreator, hingga Dedi Mulyadi. Terbaru Deni mendapat bantuan berupa beras, uang, hingga sepeda motor.
"Alhamdulillah jadi banyak yang ngirim, beras, uang, terakhir semalam dari Aisar ngasih sepeda motor," ujar Deni dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Senin (9/2/2026).
Tak berhenti sampai disitu, ustaz Deni juga mengaku menerima uang sebesar Rp 32 juta dari bantuan yang dikumpulkan konten kreator bernama Abi Fatima.
Serta setelahnya mendapat bantuan uang donasi publik sekitar Rp 18 juta.
Dan ya, total bantuan yang diperoleh ustaz Deni sampai saat ini mencapai angka Rp 50 juta. Dan karena sebelumnya sang ustaz memiliki hutang, ia berniat untuk membayarnya terlebih dahulu.
Sehingga sisa uang yang masih disimpannya kurang lebih tersisa sekitar Rp 30 jutaan. Bahkan puncaknya, sang ustaz juga mendapatkan kado berupa umrah.
Sementara itu, sebelumnya sang ustaz diundang Dedi Mulyadi dan menceritakan soal apa yang dialaminya.
"Karena memang waktu di hari itu saya nggak ada uang untuk beli beras, beli pangan buat makan. Jadi viralnya yang menjadi besar kayak saya itu nggak makan sehari-hari," ujar ustaz Deni dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71
Tak berhenti sampai di situ, ustaz Deni rupanya sudah pernah mencoba membuka usaha makanan ringan basreng (baso goreng). Namun sayang, usahanya itu justru bangkrut dan malah menyisakan hutang puluhan juta.
Kendati demikian, ustaz Deni tetap konsisten mengajar anak-anak sebagai guru ngaji secara sukarela. Meski sesekali santri memberikan uang infak, ustaz Deni tetap ingin menggratiskan program mengajinya secara penuh di masa depan.
"Cuma sekarang saya mau program gratisin," imbuh ustaz Deni.
Sontak saja, usai mendengar kisah ustaz Deni, Dedi Mulyadi janjikan pekerjaan ke ustaz. Yakni untuk menjadi tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung.
Hal ini pun dipilih Dedi Mulyadi dengan mempertimbangkan keterampilan teknis di bidang pertukangan yang dimiliki ustaz Deni.
"Saya sudah bertemu, pak ustaznya mau umroh dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate," beber Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




