Bisnis.com, JAKARTA - Manajer Newcastle United Eddie Howe mengaku siap mundur jika performa anak-anak asuhnya masih melempem dalam beberapa laga ke depan.
Hal ini seiring tiga kekalahan beruntunnya di Premier League. Terbaru, The Magpies keok dengan skor akhir 2–3 saat menjamu Brentford di St. James Park akhir pekan lalu.
Bahkan secara statistik, Newcastle gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan di seluruh kompetisi. Kemenangan terakhirnya tercatat awal bulan lalu, saat menang adu penalti melawan Bournemouth di putaran ke-3 Piala FA.
"Saya tidak pernah mengutamakan diri sendiri daripada klub. Jika saya tidak merasa sebagai orang yang tepat untuk membawa tim maju, dan saya tidak memberikan apa yang dibutuhkan para pemain, maka saya akan mundur dan membiarkan orang lain melakukannya," ungkapnya dalam konferensi pers selepas laga, Senin (9/2/2026).
Namun, Howe optimistis bahwa dirinya masih pelatih yang tepat untuk membawa Sandro Tonali Cs mencapai prestasi terbaik.
Howe juga mengaku masih mendapatkan dukungan penuh dari manajemen Newcastle United, seiring kesuksesan untuk terus melaju di FA Cup dan Liga Champions UEFA.
Baca Juga
- Prediksi Skor Sassuolo vs Inter Milan: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Head to Head, Susunan Pemain
- Prediksi Skor Liverpool vs Manchester City: Head to Head, Susunan Pemain
"Semangat kolektif adalah yang kita cari. Kita menginginkan perjuangan kolektif dari semua pemain, dan jika memiliki tekad itu dalam kelompok, kita bisa melakukan hal-hal luar biasa lagi. Keadaan pun berubah dengan sangat cepat," jelasnya.
Terlebih, sejak menjadi juru taktik Newcastle United pada musim 2021, Howe berprestasi memenangkan Carabao Cup musim lalu, mengakhiri tren negatif tujuh dekade tanpa trofi buat Newcastle United.
Howe pun sukses membawa The Toon Army dua kali melangkah ke zona Liga Champions. Terkini, Newcastle pun masih punya peluang lolos 16 besar lewat melakoni laga play-off melawan Qarabag.
"Momentum saat ini memang berlawanan dengan kami. Tapi bagaimana pun kami harus membalikkannya, dan kemudian dunia bisa melihat dengan sangat berbeda dalam beberapa pertandingan ke depan," tutupnya.




