Chicago: Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena investor menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) minggu ini.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 10 Februari 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini mengalami kenaikan sebesar 1,2 persen menjadi USD5.030,61 per ons.
Sementara itu, harga emas berjangka sebagai patokan untuk harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, melonjak sebanyak 1,3 persen menjadi USD5.046,70 per ons.
Baca juga: Kilau Emas Masih Atraktif, Berpeluang Lanjutkan Penguatan
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Menanti rilis data ketenagakerjaan hingga inflasi
Akibat penundaan karena penutupan sebagian Pemerintah AS, laporan ketenagakerjaan periode Januari akan dirilis pada Rabu, diikuti oleh pembacaan inflasi indeks harga konsumen (CPI) periode Januari pada Jumat.
Analis Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah catatan, para ekonom mereka memperkirakan jumlah pekerjaan secara umum dan sektor swasta akan meningkat sebesar 75 ribu (konsensus masing-masing sebesar 69 ribu dan 75 ribu).
Jumlah ini merupakan sebuah peningkatan yang moderat dibandingkan dengan tingkat tren terkini. Jika ini berlanjut, mereka memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap berada di angka 4,4 persen.
Mengenai data inflasi yang dirilis pada Jumat mendatang, Derren Nathan, kepala riset ekuitas di Hargreaves Lansdown mengatakan kenaikan harga tahunan pada Januari diperkirakan turun dari 2,7 persen menjadi 2,5 persen. Tetapi hal itu dibantu oleh penurunan harga minyak.
"Inflasi inti diperkirakan akan tetap stabil di 2,6 persen, kecuali jika angka tersebut mulai sedikit menurun. Kita mungkin tidak akan melihat penurunan suku bunga lagi selama bulan-bulan terakhir masa jabatan Jerome Powell di The Fed, bahkan jika pasar tenaga kerja semakin ketat," ungkap dia.




