Pihak SMAN 20 Makassar Bingung, Tiba-tiba Ada Laporan Polisi terhadap 2 Siswanya: Begini Kasusnya!

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pihak SMAN 20 Makassar bingung dengan adanya laporan polisi nomor LP/B/320/II/2026/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan. Melaporkan dua siswa mereka.

Kepala SMAN 20, Ruslan menyampaikan, pihaknya lebih dahulu berterima kasih kepada salah satu media yang sempat mengabarkan terkait kejadian ini, bertajuk “Kekerasan Lingkungan Sekolah? Orang Tua Siswa Resmi Lapor Polrestabes”.

Perkara ini bermula ketika salah satu orang tua siswa SMAN 20 Makassar secara resmi melaporkan salah satu kejadian pada Senin, 9 Februari 2026 kemarin.

Ruslan menyampaikan, pihak sekolah menyayangkan berita tersebut, sebab pengaduan dilakukan sepihak oleh Anzar Makkuasa, selaku orang tua siswa kelas X SMAN 20.

“Sebagai bahan pertimbangan, kronologi peristiwa berdasarkan kesaksian siswa, salah satu orang tua yang ada di sekolah dan pihak guru. Siswa korban saya (X) datang ke kelas XII (pihak terlapor). Anak kelas XII menyuruh dia masuk ke dalam kelas,” ujarnya.

Namun karena X memiliki sahabat karib di kelas XII yang dia panggil Abang. Siswa kelas XII menarik masuk X, tiba-tiba X mengucapkan kalimat “kenapakah Sndl*”? Akhirnya dengan refleks siswa kelas XII memukul kalau dianggap itu memukul. Karena pengakuan siswa kelas XII, dia mendorong bagian bahunya, bukan memukul,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, X masuk ke kelas. Di sana, salah satu siswa kelas XII yang jengkel memukul bagian bahu satu kali, kemudian di catch body. Lalu X keluar dari kelas, kemudian siswa kelas XII mendatangi kembali X di kelasnya untuk menyampaikan dan menasehati mengapa dia mengucapkan kata-kata kotor seperti di atas.

Namun X memaknai salah. Dia menyangka akan dipukul lagi. Sehingga, X langsung menelepon orang tuanya. Ini adalah fakta kejadian pada tanggal 9 Februari 2026.

“Perlu diketahui, sering ada peristiwa sebelumnya yang kami tidak ungkap di sini, kecuali kalau pihak Polrestabes meminta kepada kami pihak sekolah keterangan. Yang kami sayangkan, orang tua X menyampaikan kepada wali kelas anaknya, bahwa hari ini, 10 Februari 2026, akan membawa aktivis untuk mendemo sekolah, dan usai demo anaknya akan ditarik,” ungkapnya. (wid)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sederet Pernyataan Noel terkait Kasus K3: dari Parpol Diduga Terlibat sampai Peringatan ke Purbaya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Sebut Anggaran Tak Cukup, Kementerian Haji dan Umrah Minta Tambahan Rp3,1 T
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasatgas PRR Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Progres Signifikan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
TRENDS Menyatukan Lebih Dari 50 Sistem Untuk Membangun Infrastruktur Produksi yang Siap Digunakan AI
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Mensesneg Beri Sinyal Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh akan Pakai APBN
• 51 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.