Selain Masalah Gigi, Anak Sekolah Juga Banyak yang Hipertensi

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah mengatakan, hipertensi menjadi salah satu temuan masalah kesehatan pada siswa selain masalah gigi.

Hal tersebut ia ungkapkan berdasarkan temuan pemerintah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah berjalan selama satu tahun sejak Februari 2025.

"Pertama masalah yang paling banyak adalah masalah gigi. Kemudian yang kita temukan juga hipertensi. Juga sudah mulai di kalangan anak-anak," kata Asnawi saat mengunjungi cek kesehatan gratis di Sekolah Kristen IPEKA Sunter II, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Masalah Gigi Jadi Temuan Terbanyak pada Anak Sekolah Saat Cek Kesehatan Gratis

Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan program CKG ke depan.

Tindak lanjut diperlukan agar hasil pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada proses skrining saja.

"Nah sehingga kita ke depan, mulai dari tahun ini, yang kita fokuskan adalah follow up-nya. Kalau hipertensi, bagaimana pengendalian tekanan darah, apa yang harus kita lakukan," ucap Asnawi.

Pemerintah akan fokus pengendalian faktor risiko penyakit seperti hipertensi, kadar gula darah, dan berat badan.

"Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, sehingga penyakit-penyakit katastropik ke depan kita bisa kurangi. Kita tahu beban BPJS yang paling besar adalah untuk penyakit-penyakit kardiovaskular, jantung, dan sebagainya," jelas dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan, dalam kurun satu tahun, program CKG telah menjangkau lebih dari 25 juta siswa.

'Termasuk kalau kita lihat sekolahnya, itu lebih dari 202.000 sekolah yang sudah mengikuti cek kesehatan gratis," tuturnya dalam kesempatan yang sama, Selasa.

Baca juga: Program Cek Kesehatan Gratis Diklaim Sudah Jangkau 25 Juta Siswa di 202.000 Sekolah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Program CKG diharapkan bukan hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan anak tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat.

"Mulai dari makanannya, mulai dari aktivitasnya, istilahnya healthy lifestyle lah gitu, gaya hidup yang sehat," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Divonis Bebas, Melani Bos Mecimapro Sebut Akan Selesaikan Refund Day6 Setelah Pulihkan Mental
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Chelsea Tanpa Masalah Hadapi Leeds
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi
• 1 jam lalusuara.com
thumb
BPNT 2026: Panduan Lengkap Jadwal Pencairan, Syarat, dan Cara Cek Bantuan Pangan Non Tunai
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Biorefinery Cilacap Olah Jelantah Jadi Bioavtur untuk Langit Biru Indonesia
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.