Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Selain rupiah, sejumlah mata uang lain di Asia juga ditutup terkoreksi pada perdagangan sore hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup terkoreksi 0,04% ke Rp16.811. Sementara itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS tercatat menguat 0,07% ke level 96,88.
Selain rupiah, pelemahan juga dialami oleh won Korea yang terkoreksi 0,14%, peso Filipina terkoreksi 0,11%, dolar Hong Kong terkoreksi 0,02%, dan baht Thailand terkoreksi 0,13%.
Sebaliknya, yen Jepang ditutup menguat 0,21%, dolar Singapura menguat 0,01%, dolar Taiwan menguat 0,07%, rupee India menguat 0,27%, yuan China menguat 0,12%, dan ringgit Malaysia menguat 0,20%.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menerangkan bahwa pergerakan rupiah pada sore hari ini disebabkan oleh sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, pemerintahan AS menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin berada dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman, dengan alasan risiko diserbu oleh pasukan Iran.
“Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran yang tetap tinggi, bahkan ketika kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
Selain itu, fokus pasar pada perdagangan pekan ini adalah pada data ekonomi dari konsumen minyak terbesar di dunia, dengan data tersebut diharapkan akan mempengaruhi prospek permintaan. Ibrahim menilai, data pengajian non-pertaniannya dan data inflasi indeks harga konsumen akan mempengaruhi prospek suku bunga AS nantinya.
Di China, data CPI dari importir minyak terbesar di dunia juga akan dirilis pada Jumat. Perjalanan dan permintaan bahan bakar di Tiongkok diperkirakan akan meningkat selama liburan Imlek.
Dari domestik, Ibrahim menyoroti ihwal tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat nyaris 80%. Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mendapati sebanyak 79,9% responden puas dengan kinerja 17 bulan Prabowo memimpin.
Survei Indikator mencatat kepuasan itu tecermin dari keseriusan Prabowo memberantas korupsi. Sebanyak 17,5% responden menjawab puas dengan keseriusan pemerintah memberantas korupsi.
Pada perdagangan besok, mata uang rupiah bakal bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp. 16.810–Rp.16.840 per dolar AS.





