TANGERANG, KOMPAS.com – Taman Teluknaga di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dilaporkan terbengkalai sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.
Keetiadaan pengelolaan dan anggaran membuat sejumlah fasilitas rusak, bahkan hilang, sehingga warga enggan berkunjung, terutama pada malam hari.
Biran (53), warga Tanjung Burung sekaligus pemilik warung kopi di area taman tersebut, mengatakan Taman Teluknaga sebelumnya menjadi ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat.
Sebelum pandemi, taman ini dipenuhi pengunjung yang datang untuk bersantai, bermain, hingga berbelanja jajanan di area pedagang.
Baca juga: Duduk Perkara Akses Jalan Rumah Lansia di Teluknaga Ditembok Tetangga
“Dulu ramai, pedagang banyak, pengunjung juga banyak. Ada mainan anak-anak seperti ayunan, perosotan, taman bermain. Penerangannya juga bagus,” ujar Biran saat ditemui Kompas.com, Senin (9/2/2026).
Namun, sejak pandemi Covid-19, pengelolaan taman perlahan terhenti. Biran menduga hal itu terjadi karena tidak lagi ada anggaran dari pemerintah daerah untuk operasional taman.
Kondisi tersebut membuat para pengurus meninggalkan tugasnya, hingga akhirnya tidak ada pihak yang bertanggung jawab mengelola kawasan Taman Teluknaga.
“Setelah corona mulai sepi, pelan-pelan. Kayaknya karena enggak ada pengurus dan biaya operasionalnya berhenti,” kata dia.
Akibat tidak adanya pengelolaan, berbagai fasilitas taman kini tidak berfungsi. Kamar mandi umum dibiarkan terbengkalai tanpa pasokan air dan penerangan. Area food court tampak tidak terurus, sementara pagar jembatan mulai berkarat.
Selain itu, sejumlah fasilitas dilaporkan hilang, termasuk tiang besi dan lampu taman, karena tidak ada pengawasan di kawasan tersebut.
"Lampu semuanya hilang terus besi yang ada tulisan Taman Teluknaganya juga hilang. Ayunan sama perosotan juga, hampir semuanya hilang," jelas dia.
"Semua ngambil karena enggak ada pengurusnya. Kalau ada pengurusnya kan yang ngambil pasti dilarang," sambung dia.
Baca juga: Taman Teluknaga di Tangerang Tak Terawat, Penuh Semak dan Pagar Berkarat
Ikon taman berupa patung perahu naga juga mengalami kerusakan. Material triplek tampak lapuk, cat mengelupas, dan warna patung memudar akibat termakan usia.
Kondisi taman yang gelap pada malam hari turut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap faktor keamanan. Selain minim penerangan, akses jalan yang rusak dan keberadaan hewan liar membuat warga memilih menjauh.
“Sekarang gelap, orang takut. Ada ular, jalan juga rusak. Jadi enggak mendukung buat taman,” kata Biran.
Ia berharap pemerintah daerah kembali memberi perhatian serius agar Taman Teluknaga dapat difungsikan seperti sebelumnya sebagai ruang publik warga.
“Pengennya taman ini hidup lagi, masyarakat bisa main, pedagang juga jalan. Tapi ya memang butuh perhatian pemerintah,” ujar dia.
Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com telah menghubungi Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, serta Gubernur Banten Andra Soni untuk meminta tanggapan terkait kondisi Taman Teluknaga.
Namun, hingga saat ini belum ada respons dari pihak-pihak terkait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




