Seorang sopir ojek online (ojol) bernama Hasan (26), menjadi korban penganiayaan diduga oleh oknum aparat di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (4/2) dan telah dilaporkan ke polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, korban saat ini juga telah melakukan visum atas luka-luka yang ia derita.
"Pengemudi ojol online itu sudah melaporkan tentang adanya penganiayaan, luka-luka yang ada di tubuh korban. Ini sudah diterima laporan polisi, termasuk sudah dilakukan visum et repertum juga," ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (10/2).
"Dalam proses pemeriksaan saksi dan barang bukti. Artinya penanganan ini masih berjalan," sambung Budi.
Awal Mula Kejadian
Menurut informasi yang diterima, peristiwa berawal saat Hasan bertanya titik pengantaran yang tak sesuai dengan alamat yang ada di aplikasi. Saat itu ia tengah menjemput seorang penumpang di Jalan Mawar dengan tujuan Jalan Haji Lebar, Kembangan.
Karena tak tahu arah jalan, Hasan kemudian mengantar penumpang mengikuti titik lokasi di aplikasi. Penumpang tersebut memberikan fitur share location yang dikirim pelaku, namun tak bisa dibuka.
Hasan pun berinisiatif mengecek titik pada peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal di aplikasi.
Setibanya di Jalan Kecapi, Hasan minta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat. Saat telepon tersambung, ponsel diserahkan kepada Hasan agar ia bisa bertanya langsung.
Alih-alih mendapat petunjuk arah, Hasan justru menerima makian dari pelaku. Hasan mencoba merespons dengan tenang karena hanya bertanya alamat, namun pelaku justru semakin emosi.
Setelah mendapat makian, Hasan sempat enggan mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku. Namun, dia merasa kasihan dengan penumpang yang merupakan ibu-ibu dan pergi sendirian saat malam hari.
Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak dari pelaku ternyata sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.
Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga akhirnya anak pelaku menendang motor Hasan. Keributan pun terjadi antara Hasan dan anak pelaku.
Di tengah perkelahian itu, pelaku yang diduga anggota TNI keluar rumah membawa senjata tumpul berupa batang besi. Hasan pun mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan tersebut.
Setelah itu, dia pun melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan. Hasan juga membagikan kejadian itu ke media sosial.





