JAKARTA, DISWAY.ID -- Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, memastikan urusan utang kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh sudah selesai.
“Sudah, sudah beres. Dulu Presiden juga sudah bilang, kan. Ya, sudah beres,” kata Bobby, Selasa, 10 Februari 2026.
Bobby bilang, sekarang pemerintah lagi membahas soal tata cara pembayarannya.
BACA JUGA:Link dan Cara Daftar Mudik Gratis Pulang Basamo 2026 Gelombang 2 Hari ini Pukul 19.30 WIB
BACA JUGA:Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa, 10 Februari 2026: BMKG Prediksi 3 Wilayah Berawan Sepanjang Hari
“Masalahnya sendiri sudah selesai, dan tata laksananya lagi dibahas dan dirumuskan pemerintah. Intinya, sudah beres,” ujarnya.
Sekadar info, total utang proyek kereta cepat ini tembus Rp120,38 triliun.
Sebagian besar, 75 persen, dananya dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.
Total investasi Whoosh sendiri mencapai 7,2 miliar dolar AS, padahal target awalnya cuma 6 miliar dolar AS.
Artinya, biaya proyek ini membengkak 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,05 triliun (kurs Rp16.707,5 per dolar AS).
Untuk membayar kelebihan biaya (cost overrun), disepakati skema 60:40.
BACA JUGA:Pengamat: APBN 2026 Jadi Kunci Pengelolaan dan Kemandirian Industri Pertahanan
BACA JUGA:Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional 2026, Menteri Kebudayaan Teguhkan Peran Pers dalam Pemajuan Budaya Indonesia
Konsorsium Indonesia menanggung 60 persen atau 720 juta dolar AS, sisanya 40 persen atau 480 juta dolar AS jadi tanggungan konsorsium China.





