Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan mencatatkan capaian dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Air. Indonesia berhasil menekan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) secara konsisten dari 0,9 persen pada tahun 2021 menjadi rekor terendah sebesar 0,4 persen pada tahun 2025, yang membuktikan peningkatan signifikan dalam manajemen klinis dan ketangguhan layanan kesehatan nasional.
“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes, Asnawi Abdullah, dalam keterangannya, dilansir Media Indonesia, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga :
Pria Lansia Tenggelam di Irigasi Serang Ditemukan MeninggalAsnawi menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kombinasi adopsi teknologi kesehatan terbaru. Termasuk penguatan aksi nyata di tingkat akar rumput.
Meskipun sempat dihantam lonjakan kasus akibat fenomena El Nino pada 2024, strategi proaktif dan adaptif di tahun 2025 terbukti efektif mencegah dampak fatal bagi pasien. Peran aktif masyarakat dan relawan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit ini.
“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” jelas Asnawi.
Ilustrasi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Foto: Freepik.com.
Saat ini, angka fatalitas DBD Indonesia telah berada di bawah ambang batas target nasional sebesar 0,5 persen. Dengan tren positif yang terus terjaga, pemerintah optimis bahwa sistem kesehatan nasional mampu menjawab tantangan masa depan dan mengeliminasi kasus fatal akibat gigitan nyamuk aedes aegypti secara total dalam beberapa tahun mendatang.
“Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh di bawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita yaitu Nol Kematian Dengue pada tahun 2030,” ujar Asnawi.




