Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya unsur pidana dalam kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar, Ardhi Suryaputra, di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.
Korban yang merupakan siswa SMKN 34 Jakarta itu meninggal dunia usai terperosok ke jalan berlubang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian, tepatnya di dekat JPO Berlan.
"Terkait tentang tadi adanya kejadian laka lantas ya di Matraman. Kejadian Senin, 9 Februari 2026 pukul 06.30 WIB. TKP-nya Jalan Matraman Raya arah utara dekat JPO Berlan, Matraman, Jakarta Timur," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (10/2).
Budi memaparkan penjelasan terkait kejadian tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah selatan menuju utara sebelum akhirnya hilang kendali.
"Sepeda motor melaju dari arah selatan ke utara lalu diduga pengendara ini terperosok akibat jalan berlubang. Ini juga sudah dilakukan olah TKP dari jajaran Satlantas maupun Direktorat Lalu Lintas," lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di bagian wajah dan kepala hingga mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Budi menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Polisi akan melihat berbagai aspek yang menjadi penyebab kecelakaan, mulai dari faktor manusia hingga sarana prasarana.
"Ya, ini masih dalam pendalaman. Artinya faktor kecelakaan lalu lintas itu ada faktor pengendara, ada faktor cuaca, ada faktor kendaraan tersebut, serta faktor sarana prasarana yaitu jalan," jelas Budi.
Ia menjanjikan akan memberikan informasi terbaru jika proses penyelidikan telah membuahkan hasil. "Nanti apabila ada update dari penyelidikan dan penyidikan akan kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Ardhi Suryaputra. Berdasarkan pantauan kamera CCTV, Pramono mengkonfirmasi bahwa penyebab utama kecelakaan memang terkait kondisi jalan.
"Kami sudah memantau hasil CCTV, penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang. Lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi ini kecelakaannya adalah kecelakaan tunggal," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2).
Kecelakaan yang menimpa pelajar SMKN 34 Jakarta tersebut sempat memicu kemacetan panjang di ruas Jalan Matraman Raya sebelum akhirnya korban dievakuasi oleh warga dan petugas. Saat ini jenazah korban telah dimakamkan di TPU Menteng Pulo.





