Situ Dukuh di Bekasi Kian Tersisih: Dulu Paru-paru Terbesar, Air Kini Nyaris Hilang

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kian menunjukkan tren memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena ini menjadi keluhan warga, terutama karena sejumlah wilayah dan ruas jalan yang sebelumnya jarang tergenang kini justru berulang kali terendam pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Persoalan tersebut bahkan menarik perhatian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menilai, salah satu penyebab utama banjir Jabodetabek semakin parah adalah hilangnya situ dan danau yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan air.

"Data mengatakan, wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau danau atau telaga yang itu menjadi daerah tangkapan air. Nah, menurut data terakhir, hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ," ucap Prasetyo, di Istana, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Tak hanya jumlahnya yang berkurang, sejumlah situ yang masih tersisa pun mengalami penyusutan signifikan. Salah satunya adalah Situ Dukuh yang berada di Desa Rawa Kalong, Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Menelusuri Ratusan Situ yang Hilang, Akar Masalah Banjir Jabodetabek Kian Parah

Situ Dukuh

Situ Dukuh atau Sitoe Dokoe, yang juga dikenal sebagai Rawa Dukuh, jika merujuk Peta Topografi Bekasi tahun 1901 terbitan Batavia: Topographisch Bureau, membentang luas dengan bentuk menyerupai huruf M.

Situ Dukuh terbentuk secara alami dengan luas sekitar 15 hingga 20 hektare, dikelilingi oleh rawa-rawa yang berfungsi sebagai daerah genangan air.

Bentang air Situ Dukuh jauh lebih lebar dan memanjang, menghubungkan wilayah Aren Jaya hingga ke Rawalumbu dan Duren Jaya, lokasi Situ Cerewet yang juga berperan sebagai pengendali banjir di Bekasi.

Pada peta tersebut tampak garis-garis kontur yang menandakan bahwa Situ Dukuh merupakan cekungan rendah yang menampung aliran air dari sungai-sungai kecil di sekitarnya.

Lingkungan sekitar situ pada masa itu masih sangat luas dan belum dipenuhi perumahan, serta menjadi bagian dari sistem tata air alami yang mengalir menuju kanal-kanal atau sungai, seperti Kali Bekasi maupun kanal irigasi yang mulai dibangun kala itu.

Tak heran jika Situ Dukuh pernah menjadi salah satu paru-paru air terbesar di Bekasi Timur sebelum terjadinya urbanisasi besar-besaran.

Baca juga: Proyek Anti Banjir di Jalan DI Panjaitan Ditargetkan Selesai 2026

Situ Dukuh terisolasi

Namun, berdasarkan penelusuran Kompas.com di lapangan dengan mencocokkan peta pada 1901, kondisi tersebut kini berubah drastis. Area di sekeliling Situ Dukuh telah dipenuhi perumahan dan permukiman padat.

Keberadaan situ itu kini terisolasi karena berada di tengah kawasan hunian dan perumahan komersial.

Selain terkepung beton, di sekitar Situ Dukuh juga terdapat banyak empang pemancingan berbayar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Luas Situ Dukuh pun menyusut drastis dan kini hanya tersisa sekitar 2 hingga 2,5 hektare. Meski demikian, situ ini tetap ramai dikunjungi warga untuk memancing ikan secara gratis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya harap sinergi dengan BI lebih mudah dengan dilantiknya Thomas
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Van Gastel tak risau PSIM Yogyakarta lalui tiga laga tanpa kemenangan
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Krisis Medis Gaza Memburuk, Stok Obat Menipis
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
8 Gol Cristiano Ronaldo di Piala Dunia yang Tak Terlupakan, Nomor Terakhir Bikin Sejarah Dunia
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Putusan MK Tegaskan Kolegium Unsur Konsil Kesehatan, Hapus Dualisme Lembaga
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.