BEKASI, KOMPAS.com — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi mogok dan demonstrasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026).
Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengoperasian jalur baru Bus Trans Beken.
Aksi tersebut menyebabkan sedikitnya lima trayek angkot tidak beroperasi sementara dan sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan data di lapangan, lima trayek angkot yang terdampak mogok massal ini meliputi Angkot 25 rute Rawa Panjang–Stasiun Cakung, Angkot 07 rute Terminal Bekasi–Seroja, Angkot 11 rute Bantar Gebang–Terminal Bekasi, Angkot 10 rute Pondok Ungu–Terminal Bekasi, serta Angkot 30 rute Terminal Bekasi–Taman Harapan Baru (THB).
Baca juga: Kaki Penumpang Motor Tersangkut Jok Angkot, Wanita Tewas Terlindas Bus
Akibat terhentinya operasional angkot, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani sempat mengalami kemacetan. Kepadatan kendaraan terjadi dari arah Terminal Bekasi menuju Bekasi Selatan maupun sebaliknya, terutama pada jam-jam sibuk siang hari.
Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB menunjukkan para sopir masih bertahan di sekitar Jalan Ahmad Yani.
Angkot-angkot yang biasanya melintas tampak terparkir di sejumlah titik, sementara para pengemudi menunggu kepastian solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terkait tuntutan yang mereka sampaikan.
Para sopir menilai rute baru transportasi massal tersebut bersinggungan langsung dengan jalur angkot yang selama ini mereka layani.
Menurut para pengemudi, kehadiran Bus Trans Beken berdampak langsung pada penurunan jumlah penumpang dan pendapatan harian mereka.
Kondisi ini dikhawatirkan mengancam keberlangsungan mata pencaharian sopir angkot yang telah beroperasi bertahun-tahun di rute yang sama.
Baca juga: Sopir Angkot Demo di Balai Kota Bogor Besok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin
Adapun rute Bus Trans Beken yang dinilai tumpang tindih dengan angkot mencakup kawasan Terminal Bekasi, Bekasi Timur, Rawapanjang, Jalan Ahmad Yani, Harapan Indah, hingga kembali ke Terminal Bekasi.
Aksi protes terlihat dari terhentinya aktivitas angkot di sejumlah titik. Para sopir turun ke jalan menyampaikan aspirasi dengan membawa spanduk, bahkan meluapkan kekecewaan melalui tulisan menggunakan pylox pada banner yang dibentangkan di lokasi aksi.
Para pengemudi mendesak Pemkot Bekasi agar melakukan penyesuaian kebijakan terhadap pengoperasian transportasi umum baru tersebut.
Mereka berharap pengembangan layanan transportasi massal dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap angkot sebagai moda transportasi yang lebih dulu melayani masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




