DEPOK, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar agenda koordinasi tahunan bersama pemerintah daerah dan mitra strategis di Depok, Jawa Barat.
Forum ini bertujuan mengonsolidasikan kebijakan serta memastikan program prioritas pendidikan tahun 2026 dapat terimplementasi secara optimal hingga ke tingkat daerah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan ujung tombak keberhasilan kebijakan pendidikan nasional. Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci pemerataan kualitas pendidikan.
BACA JUGA:Dorong Talenta Pelajar, Permendikdasmen 25/2025 Perkuat Pembinaan dan Kucurkan Ribuan Beasiswa
“Forum ini adalah upaya kami mengajak semua pihak berpartisipasi menyukseskan program kementerian. Pejabat daerah adalah mitra strategis kami dalam pelaksanaan program di lapangan,” ujar Abdul Mu’ti, Senin (9/2/2026).
Pada tahun 2026, Kemendikdasmen melakukan terobosan dengan menggandeng mitra internasional baru, yakni McGill University. Kerja sama strategis ini akan difokuskan pada empat area utama:
- Pelatihan profesional guru.
- Pengembangan layanan konseling siswa.
- Implementasi metode deep learning (pembelajaran mendalam).
- Penguatan kepemimpinan di satuan pendidikan.
Selain McGill University, Kemendikdasmen juga memperluas kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah seperti Save the Children untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif.
BACA JUGA:Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 83 Sekolah di Cianjur, Total Anggaran Rp106 Miliar
Abdul Mu’ti memaparkan sejumlah agenda besar yang menjadi fokus kementerian tahun ini, antara lain:
1. Penguatan Budaya Sekolah: Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
2. Pengembangan Bakat: Optimalisasi minat dan bakat siswa melalui berbagai wadah kreativitas.
3. Olahraga Pelajar: Pembinaan atlet pelajar nasional kini berada di bawah koordinasi langsung Kemendikdasmen.
Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan agenda kementerian tahun ini. Kemendikdasmen mulai menerapkan konsep Green Meeting sebagai bagian dari kampanye sadar lingkungan.
“Kami ingin membangun budaya bersih dan mengurangi sampah plastik. Dalam setiap kegiatan, kami menghapus penggunaan botol plastik sekali pakai. Peserta wajib menggunakan tumbler dan kami menyediakan dispenser,” jelas Mu’ti.
Melalui penguatan kemitraan global dan inovasi program yang berkelanjutan, Kemendikdasmen optimistis standar kualitas pendidikan di seluruh Indonesia akan semakin merata dan kompetitif.





