jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo menegaskan Presiden Prabowo Subianto layak dan bahkan wajib melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Menurutnya, kesinambungan kebijakan dan stabilitas nasional menjadi alasan utama agar agenda besar pemerintahan tidak terputus di tengah jalan.
BACA JUGA: NasDem Dukung Prabowo Sampai 2029, Urusan Pilpres Dibicarakan Belakangan
Anshar menilai sejak awal masa pemerintahan, Prabowo telah menunjukkan arah kepemimpinan yang tegas, terukur, dan berorientasi pada kepentingan strategis bangsa, mulai dari penguatan pertahanan negara, kedaulatan pangan dan energi, hingga konsolidasi stabilitas politik dan keamanan nasional.
“Program-program besar yang sedang dijalankan Presiden Prabowo tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu periode. Dua periode adalah kebutuhan objektif, bukan sekadar ambisi politik,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA: PAN & PKB Tegas Dukung Prabowo 2 Periode, PKS: Kami Belum Membahas
Dia menambahkan kepemimpinan Prabowo juga dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pusat dan daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Hal tersebut terlihat dari diplomasi aktif dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam membangun kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
BACA JUGA: DPW PAN Sumut Tegaskan Mengawal Kepemimpinan Presiden Prabowo Hingga 2034
Menurut Anshar, pergantian kepemimpinan yang terlalu cepat justru berpotensi mengganggu arah pembangunan nasional dan melemahkan konsistensi kebijakan jangka panjang.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpikir rasional dan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan kelompok.
“Kalau kita ingin Indonesia kuat, berdaulat, dan berdaya saing tinggi, maka memberi kesempatan Prabowo memimpin dua periode adalah pilihan paling realistis,” tegasnya.
Anshar juga mengingatkan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan demokrasi dengan menjunjung tinggi aspirasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.(fri/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




