Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren naik sampai sesi pertama perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. IHSG menguat 1,26 persen atau 100,88 poin ke level 8.132,75.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, pergerakan IHSG berada menunjukkan penguatan setelah melemah ke posisi 8.017 saat pembukaan pasar. IHSG sempat menyentuh area 8.140 sebagai titik tertinggi intraday.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 11,74 triliun dengan total perdagangan sebanyak 1,46 juta transaksi. Sementara itu, volume transaksi sebesar Rp 24,65 miliar.
Seluruh sektor kompak mencatat kenaikan dipimpin lonjakan sektor industri sebesar 3,03 persen. Penguatan juga dibukukan sektor energi sebesar 2,24 persen dan sektor konsumer siklikal sebesar 2,10 persen.
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas menuturkan indeks berhasil ditutup di atas resistance dinamis MA5 secara intraday yang mengindikasikan mulai meredanya tekanan jual jangka pendek. Hal ini diperkuat oleh penyempitan negative histogram, seiring Stochastic RSI yang telah berada di area oversold.
"Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound pada sesi kedua, dengan pergerakan diperkirakan dalam rentang 8.100–8.150," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Selasa, 10 Februari 2026.
Phintraco Sekuritas melaporkan emiten di jajaran 45 saham unggulan mencetak lompatan harga tertinggi. Berikut tiga saham di jajaran top gainers.
Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Saham ADMR melesat 7,80 persen atau 140 poin menjadi 1.935.
Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Saham SMGR meningkat sebesar 7,00 persen atau 180 poin ke level 2.750.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Hasil positif juga dicetak saham MBMA sebesar 6,11 persen atau 40 poin ke area 695.





