Perdagangan saham pada sesi I, Selasa (10/2), masih diwarnai tekanan jual investor asing. Berdasarkan data foreign transaction dari Stockbit, hingga perdagangan tengah hari, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 598,98 miliar, atau kondisi di mana nilai penjualan saham asing lebih besar dibanding pembeliannya.
Dari sisi nilai transaksi, investor asing membukukan foreign sell sebesar Rp 3,87 triliun, yang merupakan total nilai saham yang dijual, sementara foreign buy tercatat Rp 3,28 triliun, yakni total nilai saham yang dibeli asing. Selisih antara foreign sell dan foreign buy tersebut menunjukkan adanya arus dana asing yang keluar dari pasar saham pada sesi I.
Aktivitas perdagangan masih didominasi oleh investor domestik dengan porsi 69,92 persen, sedangkan kontribusi investor asing mencapai 30,08 persen dari total nilai transaksi pasar.
Sementara dari sisi volume, investor asing mencatatkan foreign sell sebanyak 6,61 miliar saham dan foreign buy sebesar 4,64 miliar saham. Porsi transaksi asing tercatat 22,17 persen, sedangkan investor domestik mendominasi dengan porsi 77,83 persen dari total volume perdagangan.
Pada daftar Top 20 Net Foreign Buy Sesi I, saham perbankan dan sektor energi masih menjadi incaran investor asing. Bank Mandiri (BMRI) memimpin dengan net foreign buy sebesar 53.767.700 saham, seiring foreign buy mencapai 75.290.500 saham dan foreign sell 21.522.800 saham. Posisi berikutnya ditempati Medco Energi Internasional (MEDC) yang mencatatkan net foreign buy 28.003.600 saham, disusul Bank KB Indonesia (BBKP) dengan akumulasi asing sebesar 27.134.200 saham.
Minat beli asing juga terlihat pada saham sektor energi dan komoditas lainnya. Sentul City (BKSL) mencatat net foreign buy 18.432.000 saham, Chandra Daya Investasi (CDIA) sebesar 18.382.500 saham, serta Black Diamond Resources (COAL) yang diborong asing sebanyak 17.964.300 saham. Selain itu, WIR Asia (WIRG) mencatat net foreign buy 13.061.500 saham, Cipta Sarana Medika (DKHH) sebesar 11.235.900 saham, serta Era Media Sejahtera (DOOH) dan Timah (TINS) yang masing-masing mencatatkan pembelian bersih asing di atas 11 juta saham.
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham berkapitalisasi besar dan saham teknologi. Bumi Resources (BUMI) mencatat net foreign sell tertinggi mencapai 1.004.100.800 saham, dengan foreign sell sebesar 1.972.549.200 saham dan foreign buy 968.448.400 saham. Selanjutnya, GoTo Gojek Tokopedi (GOTO) mengalami net foreign sell 626.730.000 saham, disusul Darma Henwa (DEWA) sebesar 212.115.800 saham.
Tekanan jual juga menyasar saham-saham lainnya, termasuk Bukit Uluwatu Villa (BUVA) dengan net foreign sell 100.047.600 saham, BIPI sebesar 59.127.200 saham, serta Repower Asia Indonesia (REAL) dan Buana Lintas Lautan (BULL) yang masing-masing dilepas asing lebih dari 48 juta saham.
Saham perbankan besar turut masuk dalam daftar tekanan jual asing. Bank Central Asia (BBCA) mencatat net foreign sell 26.196.298 saham, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami net foreign sell 21.789.800 saham. Selain itu, Bukalapak.com (BUKA), Merdeka Battery Materials (MBMA), Panca Mitra Multiperdana (PADI), dan Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga tercatat mengalami penjualan bersih asing selama sesi I.
Secara keseluruhan, perdagangan sesi I mencerminkan sikap wait and see investor asing, dengan aksi jual masih mendominasi pasar, meskipun terdapat selektif buying pada saham-saham perbankan tertentu serta sektor energi dan komoditas.




