CILACAP, KOMPAS.com - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama rombongan panitia kerja (Panja) Komisi XIII DPR-RI melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026).
Pantauan Kompas.com, rombongan tiba sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan kapal milik Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.
Mereka kemudian menuju pengolahan limbah padat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berupa fly ash bottom ash (FABA).
Baca juga: DPR Putuskan Semua Layanan BPJS PBI Dibayar Pemerintah Selama 3 Bulan ke Depan
Para anggota dewan dan Menteri Imigrasi Agus Andrianto melihat proses pembuatan bahan bangunan berupa batako, paving blok hingga jendela dinding.
Mereka kemudian menuju tambak sidat untuk melepas bibit sidat di sekitar Lapas Batu, dan juga mengunjungi tempat pengolahan sampah akhir di Lapas Kembangkuning.
Terakhir, Agus bersama rombongan Komisi XIII DPR-RI memanen udang di tambak sekitar Lapas Pasir Putih, yang juga masih berada di dalam Pulau Nusakambangan.
Baca juga: Murka MA Hakim PN Depok Korup: Kecewa, Tak Beri Bantuan Hukum, Diberhentikan
Kepada awak media, Agus mengatakan kunjungan kerja tersebut dalam rangka memperkenalkan program ketahanan pangan yang dijalankan di Lapas Nusakambangan untuk Panja Komisi XIII.
"Oleh karena itu, beliau bersama tim turun, kami dampingi untuk melihat apa yang kami lakukan selama kami melaksanakan tugas sebagai Menteri dan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka membina warga binaan pemasyarakatan," ucap Agus.
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengatakan, mereka merasa sangat terkesan atas kunjungan singkat ke Nusakambangan tersebut.
"Kami sangat terkesan, ini benar-benar Pak Menteri punya 'tangan dingin'," tutur dia.
Baca juga: Paripurna DPR Ketok Palu Pengganti Anggota Badan Supervisi LPS Periode 2023-2028
Dia mengatakan, lahan menganggur yang ada di Nusakambangan bisa disulap menjadi pengejawantahan program ketahanan pangan yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Tadi kami lihat bagaimana beberapa titik mulai dari tambak sidat, dari udang, ayam, bahkan sampah, BLK (Balai Latihan Kerja), ini suatu hal yang sudah sangat progresif," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




