Terbentur Regulasi, SPBH di SPBU Daan Mogot Harus Ditutup

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pengembangan hydrogen refueling station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) di Indonesia terhambat oleh sejumlah regulasi.

Bahkan, SPBH yang sebelumnya diresmikan di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, terpaksa harus ditutup.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Eniya Listiani menjelaskan, penutupan tersebut tidak lepas dari aturan ketenagakerjaan yang mengatur aspek keselamatan.

Dia menyebutkan, berdasarkan regulasi ketenagakerjaan, SPBH tidak diperbolehkan terintegrasi atau berdampingan dengan SPBU konvensional.

“Ternyata kendalanya di aturan ketenagakerjaan. Tidak diizinkan kalau SPBH bersanding dengan SPBU biasa, padahal standar internasional yang saya pegang itu diperbolehkan,” ujar Eniya saat ditemui di Kantor EBTKE, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Eniya mengatakan, SPBH di Daan Mogot nantinya akan dipindahkan ke lokasi lain. Namun, dia belum dapat merinci ke mana fasilitas tersebut akan direlokasi.

Baca Juga

  • Daftar Lengkap Harga BBM di Seluruh SPBU 1 Februari 2026, Mana Paling Murah?
  • Harga BBM SPBU Swasta Februari 2026: Shell, BP-AKR dan Vivo Kompak Turun
  • Stok BBM di SPBU Shell Jakarta Habis Sejak Satu Pekan Terakhir

Ke depan, pembangunan SPBH harus berdiri sendiri dan tidak boleh berlokasi dalam satu kawasan dengan SPBU. Ketentuan ini diberlakukan demi meningkatkan aspek keselamatan kerja.

“Ternyata ada safety level tambahan yang lebih ketat di aturan ketenagakerjaan,” katanya.

Adapun groundbreaking SPBH di SPBU Daan Mogot dilakukan pada Januari 2024. Proyek tersebut dikembangkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bekerja sama dengan Toyota.

Pada saat itu, groundbreaking SPBH tersebut menjadi salah satu milestone penting dalam upaya membangun ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia.

SPBU Daan Mogot sebelumnya diproyeksikan menjadi integrated energy refueling station pertama di Indonesia, yang menyediakan tiga jenis bahan bakar dalam satu lokasi, yakni bahan bakar minyak (BBM), gas, dan hidrogen.

Dengan konsep high-speed hydrogen refueling station, HRS tersebut dirancang mampu melayani pengisian hidrogen skala komersial dengan waktu pengisian kurang dari lima menit.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KTT BoP 19 Februari, Istana benarkan Presiden telah terima undangan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi XI DPR RI Dorong Penguatan Fiskal Bangka Belitung
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Virgoun Akan Penuhi Panggilan Panggilan Komnas PA Hari Ini
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Kiper Unggul FC Tewas Kecelakaan di Bangkalan, Motor Oleng Ditabrak Bus
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pihak SMAN 20 Makassar Bingung, Tiba-tiba Ada Laporan Polisi terhadap 2 Siswanya: Begini Kasusnya!
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.