GenPI.co - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria yang diduga prajurit TNI Paspampres di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Korban sempat membagikan keluhannya ke media sosial Instagram karena merasa kasusnya mandek setelah dilaporkan di Polsek Kembangan.
Hasan mengaku insiden penganiayaan ini terjadi pada Rabu (4/2).
Ketika itu driver ojol ini bertanya mengenai titik lokasi rumah penumpangnya lantaran alamat tidak sesuai aplikasi.
Dia menjemput penumpang bernama Nur di Jalan Mawar dengan tujuan Jalan Haji Lebar di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.
"Saya dari Jalan Mawar itu lagi on bid (mencari orderan masuk), dapat penumpang ibu-ibu sendirian, minta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku, tetapi dia enggak tahu jalan," kata dia, dikutip Selasa (10/2).
Ibu itu ternyata tidak mengetahui arah jalan, sehingga Hasan mengantar penumpang mengikuti titik lokasi dalam aplikasi.
"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga," beber dia.
Penumpang itu kemudian memberikan fitur share location yang dikirim oleh pelaku, tetapi tidak bisa dibuka.
Hasan lalu berinisiatif mengecek titik merah pada peta mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, berjarak sekitar 2 kilometer dari titik awal di aplikasi. Dia pun berinisiatif mengantar sang penumpang.
Setibanya di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat.
Alih-alih mendapat petunjuk arah, Hasan justru dimaki-maki oleh si pelaku lewat telepon.
"Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan sudah saya share loc!," terang Hasan menirukan pelaku.
Setelah dimaki, Hasan sempat enggan mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku. Namun, dia kasihan dengan ibu-ibu tersebut karena pergi sendirian saat malam hari.
Sesampainya di lokasi, seorang pria anak dari pelaku sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.
Keduanya terlibat cekcok hingga akhirnya anak pelaku menendang motor Hasan.
"Saya enggak terima kan, saya dorong, terus dia mukul saya, terus saya pukul juga. Pukul-pukulan di situ," imbuh dia.
Pelaku yang diduga anggota TNI keluar rumah membawa senjata tumpul berupa batang besi dan memukulnya.
Dia datang bawa besi dan pukul kepala saya. Sekali pukul pakai besi, terus warga langsung udah di situ semua. Saya luka berdarah di dahi kiri, ngucur darahnya," terang Hasan.
Setelah peristiwa tersebut, dia melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan.
"Saya langsung lapor polisi. Nah, Sabtu (7/2) saya dipanggil lagi, terus minta nomor RT setempat," ungkap dia.
Namun, kepolisian mengaku kesulitan memproses kasus tersebut karena status pelaku sebagai anggota militer.(ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:





