TANA TORAJA, FAJAR – Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan pernyataan emosional saat menjalani prosesi peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026).
Di hadapan 32 perwakilan adat Toraja, Pandji mengungkapkan penyesalannya, sekaligus kekagumannya terhadap keteguhan masyarakat Toraja dalam menjaga tradisi.
Dalam sidang adat tersebut, diputuskan bahwa Pandji didenda 1 ekor babi dan 5 ayam.
Berikut pernyataan lengkap Pandji Pragiwaksono dalam persidangan tersebut:
Rasanya saya jadi semakin kenal, semakin paham dan semakin peduli. Juga semakin sayang dengan tradisi yang sudah dijaga ribuan tahun ini. Saya coba untuk merangkum sejumlah pertanyaan dan masukan.
Seperti yang tadi saya sudah katakan, dalam niatnya. Niat saya adalah untuk mengingatkan seluruh orang Indonesia bahwa terhadap satu buah isu, kita tidak bisa melihat hanya dari satu sudut pandang.
Harus mengerti, harus memaklumi dan harus mendukung sudut pandang berbagai macam adat, tradisi dan budaya yang ada di Indonesia.
Namun dalam persiapannya, seperti yang tadi sempat ditanyakan juga, memang jurnal-jurnal ilmiah yang saya baca serta artikel yang saya baca, itu mungkin datangnya dari orang luar yang mengaku ke sini.
Mungkin juga mengaku sempat berbincang dengan masyarakat Toraja, namun kita tidak ketahui kompetensinya.
Sehingga dia masih membuat jurnal atau membuat tulisan dari sudut pandang dia yang adalah sudut pandang orang luar, dan mungkin itu adalah letak kesalahan saya dalam persiapan.
Sekiranya saya datang, langsung bertemu dan memahami dengan lebih lengkap tradisi dan budaya Toraja, saya rasa akan berbeda sekali ujungnya.
Namun, dalam bentuk pertunjukannya, saya rasa ada kesalahan sebagai hasil dari persiapan yang mungkin kurang matang. Dan untuk itu, sekali lagi saya berterima kasih sudah ditegur, berterima kasih diberi masukan.
Semoga saya terus diberi kesempatan untuk jadi bagian dari keluarga yang begitu luar biasa ini. Ini adalah kali pertama saya ke Toraja dan sangat-sangat berkesan. Sangat mengagumkan.
Semoga saya diterima kembali ketika datang ke sini bertemu dengan Bapak-Ibu sekalian yang saya cintai dan saya hormati. Saya rasa hampir saja tidak punya kesempatan untuk melakukan pertemuan ini, karena posisi saya di Jakarta dan saya juga bingung harus berhadapan dan bertemu dengan siapa.
Saya mau berterima kasih juga kepada Ibu Ruka yang membantu saya untuk menjembatai pertemuan ini. Saya merasakan rasa cinta yang luar biasa dari keluarga besar ini. Terima kasih dan sekali lagi, sangat mohon maaf kalau misalnya melukai dan membuat resah.
Bukan itu yang saya maksud, tugas seorang pelawak harusnya adalah membuat hati jadi bahagia. Semoga-semoga saya bisa lebih baik lagi di kehidupannya. Terima kasih. (edy)





