Taman Teluknaga Terbengkalai, Biran Bertahan Sendiri Jaga dan Rawat Setiap Hari

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com — Taman Teluknaga di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kini hanya menyisakan cerita sepi.

Sejak pandemi Covid-19, taman yang dulunya ramai dikunjungi warga itu kehilangan pengurus resmi dari pemerintah.

Akibatnya, fasilitas rusak, penerangan minim, jalan rusak, dan rumput liar tumbuh tinggi.

Kondisi tersebut membuat taman menjadi sepi dan rawan kejahatan, terutama pada malam hari.

Di tengah taman yang terbengkalai, ada sosok yang tetap setia menjaga.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemuda yang Jual Eximer dan Tramadol di Teluk Naga

Biran (53), pedagang warung kopi, menjadi satu-satunya orang yang merawat taman itu.

Selama dua tahun terakhir, ia memotong rumput liar, mengecat patung perahu naga yang menjadi ikon taman, bahkan memasang enam lampu agar tidak terlalu gelap.

Semua itu ia lakukan sendiri, dengan biaya pribadi dari penghasilan warung dan pekerjaan borongan.

“Rumah saya dekat sini, jalan kaki juga sampai. Tapi saya pilih tidur di warung agar bisa jaga taman dan alat-alat yang ada,” kata Biran, Senin (9/2/2026).

Istrinya, kata dia, tetap pulang ke rumah karena ada anak yang dijaga.

Biaya sendiri

Biran mengaku tidak menghitung secara pasti biaya yang ia keluarkan.

“Kadang punya Rp 100.000 saya pakai untuk bensin, bersih-bersih, atau potong rumput. Tergantung rezeki,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Tegaskan Kasus Pembubaran Aktivitas Ibadah di Teluk Naga Diselesaikan Secara Damai

Meski demikian, perawatan taman tidak selalu rutin, melainkan menyesuaikan kondisi keuangan.

Selama dua tahun terakhir, Biran belum pernah melihat pihak pemerintah meninjau atau memberikan bantuan untuk Taman Teluknaga.

Semua inisiatif datang dari dirinya sendiri, demi menjaga ruang publik yang seharusnya menjadi milik warga.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Penginnya taman ini hidup lagi, masyarakat bisa main, pedagang juga jalan. Tapi ya memang butuh perhatian pemerintah,” tambah Biran.

(Reporter: Intan Afrida Rafni | Editor: Fitria Chusna Farisa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ditekan untuk Mundur, PM Inggris Keir Starmer Melawan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rindu Tak Terbalas, Manajer Sebut Denada Berkali-kali Ajak Ressa Bertemu Usai Akui Anak Kandung
• 23 jam lalugrid.id
thumb
KPK Sebut Banyak Risiko Korupsi di Lingkungan Peradilan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peran Komunitas Lokal Dorong Pemerataan Akses Internet di Daerah Terpencil
• 10 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Pertandingan Ratchaburi FC Vs Persib Bandung di 16 Besar AFC Champions League
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.