Ketahuan Cuci Sisa Makanan untuk Dijual Lagi, Warung Makan di Malaysia Ditutup

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sebuah warung makan di Malaysia menuai banyak kecaman usai pegawainya ketahuan mencuci sisa makanan untuk dijual kembali. Video tersebut pun viral di media sosial dan memicu kemarahan publik karena dianggap membahayakan kesehatan konsumen.

Menurut laporan Mothership, video tersebut memperlihatkan seorang staf tengah membilas sisa makanan matang seperti ayam, daging kambing, dan tahu, lalu menaruhnya kembali ke dalam wadah. Peristiwa itu diduga terjadi di belakang restoran sekitar tengah malam pada 3 Februari.

Warung makan tersebut diduga berlokasi di Palm Mall, Seremban, dan dikenal sebagai tempat yang menyajikan nasi kandar, salah satu hidangan populer di Malaysia.

Setelah video tersebut viral, Departemen Kesehatan Negeri Sembilan pun langsung turun tangan. Pemilik warung makan itu dikenai denda karena dianggap membahayakan keamanan pangan dan lalai menjaga kebersihan.

"Kami langsung melakukan penyelidikan setelah video ini viral pada 3 Februari," kata pihak Departemen Kesehatan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Strait Times, Selasa (10/2).

Pihak departemen menegaskan, keamanan dan kebersihan makanan adalah hal serius, dan semua pelaku usaha kuliner wajib memastikan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi. Mereka juga mengingatkan bahwa praktik seperti ini bisa memicu keracunan makanan.

Direktur Kesehatan Negara Bagian, Dr. Zuraida Mohamed, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. "Saya baru menerima informasi ini, dan kami sedang menyelidiki insiden tersebut," ujarnya.

Otoritas pun memerintahkan penutupan restoran tersebut selama 14 hari hingga 17 Februari berdasarkan Undang-Undang Pangan Malaysia 1983, yang memungkinkan penutupan sementara tempat usaha makanan yang dinilai berisiko bagi kesehatan. Penutupan sementara ini dilakukan untuk melindungi konsumen sekaligus memberi waktu bagi pengelola memperbaiki pelanggaran yang ditemukan.

Dalam pernyataan lanjutan, departemen kesehatan negara bagian menyebut, petugas akan melakukan inspeksi ulang setelah tiga hari guna memastikan restoran tersebut sudah melakukan perbaikan.

"Pengabaian aspek kebersihan dan keamanan pangan dapat menyebabkan keracunan makanan," tulis mereka, sambil mengimbau pelanggan untuk selalu 'melihat, mencium, dan mencicipi' makanan dengan cermat sebelum mengonsumsinya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IPO PIPA dan REAL Bermasalah, OJK Blak-blakan Penyebab Praktik Goreng Saham
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI - Purbaya Skakmat BPJS
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Veda Ega Pratama Jalani Tes Pramusim Moto3 2026: Tancap Gas meski Hujan Guyur Lintasan, Catat Jumlah Lap Terbanyak
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pantau Populasi hingga Jual Beli, Arab Saudi Mau Terbitkan Paspor untuk Unta
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.