JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, yang rusak dan bergelombang kembali menjadi sorotan usai kecelakaan lalu lintas fatal yang merenggut nyawa seorang pelajar.
Hingga sehari setelah insiden tersebut, kerusakan jalan masih terlihat di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Tama (37), warga Matraman, mengatakan kecelakaan akibat kondisi jalan rusak di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi. Namun, insiden pada Senin (9/2/2026) disebutnya sebagai yang paling fatal.
Baca juga: Usai Tewaskan Pelajar, Jalan Rusak di Matraman Masih Bergelombang dan Retak
"Kalau kecelakan mah beberapa kali, yang senin kemarin fatalnya sampai meninggal, kalau bulan kemarin ada orang naik motor jatuh sampai benjol jatuh," kata Tama saat ditemui Kompas.com, Selasa (10/2/2026).
Menurut Tama, risiko kecelakaan di Jalan Matraman Raya tergolong tinggi karena kerusakan jalan banyak ditemukan di jalur cepat. Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, pengendara kerap kehilangan kendali ketika melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
"Itu jalan di kanan rusak kan kanan dari Kampung Melayu kenceng bahaya, terus ini serimg ditambal, tapi ya rusak, kaya tambal sulam aja," tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar tidak lagi menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Tama juga menekankan bahaya semakin besar saat musim hujan karena permukaan jalan menjadi licin.
Hal senada, Ade (52) warga lainnya juga mengaku kerap melihat pengendara jatuh akibat jalan bergelombang terutama ketika hujan karena licin.
"Itu kalau hujan apa lagi, banyak yang jatuh karena kan jalan gelombang dan licin jadi bahaya banget sebenernya," jelasnya.
Baca juga: Diduga akibat Jalan Rusak, Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Matraman
Ade meragukan kualitas tambalan yang dilakukan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.
"Ini sepertinya asal-asalan juga, itu pasti enggak akan kuat lama seperti kemarin, lihat aja sekitar (yang rusak) masih belum dirapikan," katanya.
Sebelumnya, sehari setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pelajar, kondisi Jalan Matraman Raya masih tampak rusak di sejumlah titik. Permukaan jalan terlihat bergelombang, retak, dan beberapa tambalan aspal tampak amblas maupun terangkat.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (10/2/2026) menunjukkan gelombang pada badan jalan didominasi bekas tambalan aspal yang tidak rata. Di beberapa titik lainnya, retakan memanjang terlihat jelas di permukaan jalan.
Kerusakan tersebut banyak ditemukan di sisi kanan atau jalur cepat yang kerap dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama sepeda motor.
Adapun titik kerusakan membentang mulai dari kawasan lampu merah Matraman Raya, dari arah Kampung Melayu menuju Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Sejumlah bagian jalan diberi tanda cat semprot berwarna putih sebagai penanda area rusak. Sementara itu, beberapa titik lain tampak baru ditambal, meski permukaannya belum rata dan menyatu dengan badan jalan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




