Purbaya soal Lonjakan Anggaran Kesehatan: Pusing, tapi Tanggung Jawab Negara

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, tahun 2026 ini anggaran kesehatan mencapai sebesar Rp 247,3 triliun, naik 13,2 persen dari anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp 218,5 triliun.

Hal itu disampaikan dalam rapat konsultasi pimpinan DPR bersama Komisi VIII, IX, dan Komisi XI DPR RI dengan pemerintah terkait jaminan sosial, Senin, 9 Febuari 2026.

BACA JUGA:Apa Itu Hari Korve Nasional? Ditetapkan Prabowo Tiap Selasa–Jumat

BACA JUGA:25 Kartu Ucapan Imlek 2026 Gratis dan Terbaru, Bisa Dikirim Langsung ke Media Sosial

Purbaya menyebut hal itu bukti keseriusan pemerintah dalam hal kesehatan. Namun, ia mengakui masih banyak persoalan kesehatan yang membuat anggaran terus meningkat 

"Ini yang mungkin kadang-kadang orang enggak tahu. Kalau saya di Keuangan juga bingung, pusing terus. Ini (anggaran) makin besar terus," katanya. 

Purbaya menyampaikan, kenaikan anggaran ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan akses masyarakat, serta memastikan keberlanjutan program JKN bagi puluhan juta penerima bantuan iuran (PBI)

BACA JUGA:Dapatkan Saldo DANA Gratis Sore Ini Rp116.000 Cair dari Fitur DANA Kaget, Cara Klaimnya Bisa di HP!

BACA JUGA:Mengenal Thanksinsomnia, Brand Streetwear Lokal Milik Mohan Hazian yang Viral di X

"Tercakup di dalamnya untuk mendorong efektifitas program JKN melalui dukungan bagi penerima bantuan iuran atau PBI untuk 96,8 juta peserta," jelasnya.

Ia menjelaskan, anggaran kesehatan tahun 2025 juga mengalami kenaikan 16,5 persen menjadi Rp 218,5 triliun, dari 2024 yang sebesar Rp Rp 187,5 triliun. 

"Bahkan, anggaran 2024 itu pun naik 4,9 persen dari anggaran kesehatan tahun 2023, yang sebesar Rp 178,7 triliun," jelasnya.

Adapun dari anggaran 2026 yang sebesar Rp 247,3 triliun, Purbaya merinci bahwa alokasinya antara lain untuk 96,8 juta orang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), penugasan 2.289 tenaga kesehatan ke daerah tertinggal, serta pemeriksaan 58.802 sampel obat, kosmetik, dan suplemen kesehatan.

BACA JUGA:Ditutup Melemah, Analis Prediksi IHSG Akan Kembali Bergerak di Zona Merah

BACA JUGA:Menuju Muktamar ke-35 NU: Gus Yusuf Chudlori Sosok Santri Tulen, Magnet Massa, dan Harapan Baru PBNU

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Grey Area Transisi Energi, Selangkah Mengulang Masa Lalu
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Parkir Liar Masih Marak di Bandung, Farhan Dorong Digitalisasi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengawas Gizi sampai Aslap SPPG Wajib Tahu Bahan Baku Sebelum Dimasak & Peralatan Layak
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Pasar LCGC Turun 30 Persen, Ayla-Sigra Jadi Tumpuan Daihatsu
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Tegaskan Kebebasan Pers Adalah Hak Konstitusional yang Wajib Dijaga
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.