Program Cek Kesehatan Gratis Diikuti 70 Juta Warga Sepanjang 2025

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan telah diikuti sebanyak 70 juta warga hingga Desember 2025.

Informasi tersebut disampaikan Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah Ghina Ghaliya saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat.

“Alhamdulillah, sudah 70 juta orang setahun ini, per Desember 2025, yang memang sudah ikut CKG ini. Jadi, Alhamdulillah, sudah berjalan lancar,” kata Ghina, ungkapnya.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan upaya pemerintah untuk memantau status kesehatan masyarakat secara masif dan berkala.

Tujuan utama program ini adalah mencegah penyakit tidak menular melalui deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

Meski telah diikuti puluhan juta warga, pemerintah menilai kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin masih perlu ditingkatkan.

Ghina mengakui rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pelaksanaan program CKG.

Pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola agar masyarakat tidak perlu datang langsung ke Puskesmas.

Strategi tersebut akan dilakukan di tempat kerja, sekolah, kantor pemerintahan, hingga pusat perbelanjaan.

“Kita juga akan jemput bola, misalnya di tempat kerja, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Menurut saya, program ini sangat sayang untuk dilewatkan, minimal satu tahun sekali cek kesehatan,” ujar Ghina.

Bagi warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan, Puskesmas akan langsung memberikan penanganan medis atau rujukan lanjutan.

“Kalau ada yang butuh rujukan, langsung ditangani. Tadi ada pasien yang datang dengan hipertensi, langsung diperiksa, diberikan tata laksana, bahkan diperiksa rekam jantungnya EKG. Jadi, datang ke sini, langsung ditangani,” kata Ghina.

Pemerintah menegaskan tidak ada persyaratan rumit bagi masyarakat untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis.

“Jadi, ayo daftar CKG, semuanya bener-bener gratis, tinggal menunjukkan KTP, bisa juga secara online lewat aplikasi SatuSehat, gampang, dan Alhamdulillah gratis,” ujar Ghina.

Ghina juga mengapresiasi inovasi Puskesmas Kembangan yang memisahkan unit layanan CKG dengan unit pengobatan umum.

“Tadi saya lihat di sini bagus banget Puskesmasnya, dipisah unit yang menyelenggarakan CKG-nya supaya tidak padat. Inisiatif seperti ini bagus banget menurut saya,” ucapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Audiensi dengan APINDO, Prabowo Presiden Dorong Industri Buka Banyak Lapangan Kerja
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kasus Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi, Polisi Panggil DLH dan BI Pekan Ini
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Megawati: Perempuan Harus Memiliki Ruang, Perlindungan dan Kesempatan yang Sama!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Tak Perlu Bawa Kartu Fisik, Naik Transjakarta Kini Bisa Pakai QRIS Tap dari BRImo
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Dihadiri 292 Anggota, Rapat Paripurna DPR Bakal Sahkan Dewas BPJS hingga BS LPS
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.