Kinerja Ekonomi Jawa Timur 2026 Diprakirakan Tetap Terjaga Pada Kisaran 4,9 - 5,7%

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA (Realita) - Bertepatan pada peringatan Hari Pers Nasional 2026, Senin (9/2), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS Il Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur gelar acara Media Briefing di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Dengan tema "Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri", kegiatan yang dihadiri pimpinan 4 lembaga tersebut diikuti 65 wartawan dari berbagai media di Jawa Timur.

Baca juga: Modus Program Perbankan Fiktif, Dua Pegawai BSI Tipu Karyawan Telkom Rp1,4 Miliar

Kegiatan ini digelar dengan harapan agar media dapat terus menjadi mitra dalam penyebaran informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta turut mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, dalam paparannya menyampaikan peran penting ekonomi Jawa Timur secara nasional maupun di pulau Jawa. Disebutkan, secara keseluruhan pada tahun 2025 perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy).

Dari sisi permintaan, membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktivitas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.

Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5±1 %. Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi 2025.

Kinerja ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 - 5,7% (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal.

Dari OJK, Horas V. M. Tarihoran menyampaikan, per Desember 2025 kinerja perbankan nasional menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 triliun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy).

Stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37�n CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AUDPK sebesar 26,74�n AUNCD sebesar 1 1 9,31 %, di atas tresshold.

Baca juga: BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Naik 8 Persen, Tembus Rp9.771 Triliun di Bulan September

Tarihoran juga menyampaikan bahwa solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan Iainnya (PVML).

Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam mengatakan, sampai Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%.

Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber dilakukan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas dan kesejahteraan. 

Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat di atas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025. 

Baca juga: Sinergitas BI Jatim, FEB Unair dan ISEI Dalam Mendukung Kebijakan Daerah

Kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.

"Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1 %," ucap Ibrahim.

Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur. 

Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri.gan

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemantauan Hilal Awal Ramadan di DIY Dipusatkan di Bantul pada 17 Februari
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Maria Vania Cantik dan Glowing, Tips Merawat Kulit Agar Tetap Sehat
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Istana Sebut Gedung MUI di Bundaran HI Akan Dibangun dari Nol
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolresta-Eks Kasat Lantas Sleman Segera Disidang Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya
• 3 jam lalusuara.com
thumb
ESDM Aceh: Tebing Curam dan Massa Hujan Menambah Potensi Lubang Raksasa Meluas | DIPO INVESTIGASI
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.