Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memprediksikan puncak arus mudik dalam masa Angkutan Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-2 Idulfitri.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, Angkutan Lebaran 2026 akan selama 22 hari. Mulai dari 11 Maret–1 April 2026 dengan Posko Angkutan pada 14–29 Maret 2026.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, yang juga bertepatan dengan H-1 Hari Raya Nyepi yang jatuh tepat pada 19 Maret 2026.
“Bertepatan dengan cuti bersama Nyepi, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 24 Maret 2026, seiring berakhirnya cuti bersama Idulfitri,” tuturnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat 848.188 tiket KA reguler Lebaran 2026 telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026. Angka ini mencerminkan minat masyarakat yang terus bergerak positif seiring penerapan skema penjualan tiket bertahap H-45.
Dalam rangka langkah preventif dan pengendalian risiko untuk memastikan seluruh aspek pelayanan, operasional, dan keselamatan berada dalam kondisi siap menghadapi lonjakan mobilitas nasional, KAI melaksanakan inspeksi lapangan melalui Kereta Api Inspeksi (KAIS) di jalur utara Pulau Jawa.
Baca Juga
- Puncak Arus Mudik Nataru di Surabaya Diprediksi Mulai 28 Desember 2025
- Pelni Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru pada 18-25 Desember 2025
- Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 20 & 24 Desember 2025
Mulai dari lintas Gambir – Cikampek – Cirebon – Tegal – Semarang Tawang, mencakup pengecekan prasarana, kesiapan operasi, serta pembinaan jajaran Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, dan Daop 4 Semarang.
Secara keseluruhan, KAIS Jalur Utara melintasi koridor strategis Gambir – Cirebon – Semarang – Surabaya Pasar Turi – Jember – Ketapang, yang menjadi tulang punggung mobilitas perjalanan jarak jauh masyarakat pada masa Angkutan Lebaran.
Selain kesiapan lintas dan sarana, KAI juga memperkuat aspek keselamatan dan pengamanan dengan menetapkan 179 lokasi Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) serta memetakan 217 lokasi rawan gangguan keamanan dan ketertiban di seluruh jaringan operasi.
Pengamanan didukung sekitar 8.900 personel internal serta ±1.000 personel eksternal TNI/Polri, dilengkapi pemanfaatan CCTV analytic, patroli jalur, dan penggunaan drone di titik-titik rawan.
“Melalui KAIS, KAI tidak hanya memastikan kesiapan teknis, tetapi juga menyatukan persepsi dan soliditas seluruh Insan KAI dan stakeholder. Fokus kami adalah menjaga keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan pelanggan selama Angkutan Lebaran,” tutup Anne.
Pada Lebaran tahun lalu, KAI tercatat melayani 4.508.137 pelanggan kereta api, baik jarak jauh maupun lokal, di seluruh wilayah operasionalnya di Pulau Jawa dan Sumatera.
Masa Angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025 ini mencatat jumlah kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.591.510 seat, terdiri dari 3.443.832 seat KA Jarak Jauh dan 1.147.678 seat KA Lokal.





