Deretan Hewan Peramal Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kunta Bayu Waskita

TVRINews - Jakarta

Paul si Gurita berhasil menebak secara tepat hasil dari delapan pertandingan, termasuk kemenangan Spanyol atas Belanda dalam laga final.

Setiap kali gelaran Piala Dunia tiba, perhatian dunia tidak hanya tertuju pada kemahiran kaki para bintang lapangan hijau. Ada fenomena kultural unik yang selalu dinanti, yakni ramalan dari para "dukun" hewan. 

Dari akuarium di Jerman hingga gurun pasir di Dubai, hewan-hewan ini menjadi selebritas instan karena kemampuan (atau keberuntungan) mereka dalam menebak pemenang pertandingan. Siapa saja hewan-hewan menggemaskan itu?

1. Paul si Gurita: Sang Legenda Tak Terkalahkan

Jika kita berbicara soal peramal sepak bola, nama Paul si Gurita adalah pemegang takhta tertinggi. Menetap di Sea Life Centre, Oberhausen, Jerman, Paul menjadi fenomena global pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Cara meramalnya pun sederhana. Dua kotak makanan berisi tiram dimasukkan ke akuariumnya, masing-masing ditempeli bendera negara yang akan bertanding. Paul kemudian memilih satu kotak untuk dimakan. 

Hasilnya? Luar biasa. Paul berhasil menebak secara tepat hasil dari delapan pertandingan, termasuk kemenangan Spanyol atas Belanda dalam laga final.

Akurasinya yang mencapai 100% pada turnamen tersebut membuatnya dipuji sekaligus dibenci. Fans Jerman bahkan sempat "mengancam" akan menjadikannya takoyaki setelah ia meramal kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal.

Paul mati secara alami di akuariumnya di Oberhausen, Jerman, pada Oktober 2010, hanya beberapa bulan setelah ia mencapai puncak ketenaran di Piala Dunia Afrika Selatan.

Mengingat usia rata-rata gurita jenis ini hanya sekitar 3-5 tahun, kepergiannya dianggap wajar. Untuk mengenangnya, pihak akuarium bahkan membangun monumen kecil berbentuk gurita yang memeluk bola sepak.

2. Nelly si Gajah: Si Kaki Emas dari Jerman

Setelah era Paul berakhir, muncul Nelly si Gajah dari Taman Safari Serengeti, Jerman. Nelly mulai dikenal luas pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Berbeda dengan Paul, Nelly meramal dengan cara yang lebih aktif. Ia menendang bola ke salah satu dari dua gawang yang telah diberi bendera tim.

Nelly memiliki rekam jejak yang solid. Ia dilaporkan berhasil memprediksi sekitar 30 dari 33 hasil pertandingan besar sepanjang kariernya, termasuk di ajang Piala Eropa dan Piala Dunia. 

Keakuratannya membuat banyak penggemar sepak bola di Jerman selalu menantikan tendangan "keramatnya" sebelum laga dimulai.

Namun, sebagaimana Paul si Gurita, Nelly yang sangat dicintai di Taman Safari Serengeti, Jerman, juga sudah tiada. Ia mati pada Maret 2021 di usia 11 tahun.

Kematian Nelly cukup mengejutkan karena terjadi setelah ia mengalami cedera yang tak terduga. Meskipun usia 11 tahun tergolong masih muda untuk seekor gajah (yang bisa hidup hingga 60-70 tahun), ia meninggalkan warisan sebagai salah satu peramal olahraga paling populer di Eropa.

3. Achilles si Kucing: Sang Peramal Tuli dari Rusia

Pada Piala Dunia 2018, giliran Rusia yang memperkenalkan bintangnya sendiri. Dia adalah Achilles, seekor kucing putih cantik yang tinggal di Museum Hermitage, St. Petersburg. 

Menariknya, Achilles adalah kucing tuli, yang menurut para penjaganya membuat ia lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi oleh kebisingan orang-orang di sekitarnya saat memilih mangkuk makanan.

Achilles menjalani debutnya secara gemilang setelah secara akurat menebak kemenangan Rusia atas Arab Saudi dalam laga pembuka dengan skor telak 5-0.

Meskipun akurasinya tidak sesempurna Paul, Achilles menjadi ikon ikonik yang menambah warna dalam kemeriahan turnamen di Rusia.

Kabar baiknya, Achilles dilaporkan masih hidup. Sebagai kucing domestik, ia memiliki umur panjang dan tetap menjadi penghuni istimewa di Museum Hermitage, St. Petersburg. 

Setelah pensiun dari tugas meramal Piala Dunia 2018, ia tetap menjalani perannya sebagai "penjaga museum" dari tikus, meski kini lebih banyak menghabiskan waktu sebagai selebritas lokal yang sesekali muncul di acara amal.

4. Shaheen si Unta: Pesona dari Timur Tengah

Tidak mau kalah, wilayah Timur Tengah juga memiliki peramal andalannya bernama Shaheen. Unta ini menjadi viral melalui media Gulf News selama Piala Dunia 2014 di Brasil dan kembali beraksi dalam Piala Dunia 2018 di Jerman.

Shaheen meramal dengan cara memilih satu dari dua papan bendera yang diletakkan di depannya di tengah padang pasir. 

Meski prediksinya sering naik-turun dan tidak seakurat Paul, Shaheen tetap menjadi favorit netizen karena pembawaannya yang tenang khas hewan gurun.

Mengenai status Shaheen agak sulit dipastikan secara medis karena ia bukan milik lembaga konservasi publik seperti akuarium atau kebun binatang resmi, melainkan sering muncul dalam konten media Gulf News

Namun, mengingat unta dapat hidup hingga usia 40-50 tahun, besar kemungkinan Shaheen masih hidup dan menikmati masa pensiunnya di padang pasir Dubai, jauh dari sorotan kamera bola.

Hewan Apa Berikutnya?

Fenomena hewan peramal ini memang lebih banyak dianggap sebagai hiburan semata daripada sains. 

Namun, kehadiran mereka membuktikan bahwa sepak bola adalah tentang harapan, kegembiraan, dan sedikit keajaiban yang menyatukan manusia (dan hewan) di seluruh dunia.

Menarik untuk melihat hewan apa lagi yang akan menjadi "peramal" berikutnya pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026 mendatang.

Editor: Kunta Bayu Waskita

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Perlu Takut Dipecat di Tengah Usaha Tembus Piala Dunia, FFI Pastikan Kontrak Hector Souto dengan Timnas Futsal Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelecehan Seksual Anak oleh Anak di Jaktim: Korban dan Pelaku Ditangani Psikolog
• 8 menit lalukumparan.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Dihajar China, Media Vietnam Kutip Pengakuan Blak-blakan Nova Arianto
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Sindiran Terlontar, PPPK Paruh Waktu & Downgrade Harus Kompak, Seluruh Persoalan Harus Tuntas
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
The Apurva Kempinski Bali Gelar Pameran Seni ‘Mandala’ Karya Maestro Made Wianta
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.