Kisah Pilu Ibu di Medan Tak Punya Biaya untuk Kuburkan Jenazah Bayinya

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Empat bulan lamanya, Fitra Nur Malasari (23) bertahan hidup di sebuah rumah sakit di Kota Medan dengan harapan anak perempuannya bisa sembuh.

Anak Fitra lahir prematur. Saat sang anak berusia 4 bulan dia sakit pencernaan.

Fitra membawa anaknya dari Provinsi Jambi menuju Kota Medan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Ia membawa anaknya berobat dengan hanya berpegang pada BPJS selama 4 bulan di Medan tanpa memegang uang sama sekali. Fitra tidak didampingi suaminya selama di Medan karena sang suami harus bekerja di Aceh.

Tanpa uang, tanpa keluarga, dan hanya berpegangan pada BPJS, Fitra yang berasal dari Jambi itu harus menerima kenyataan paling pahit saat sang buah hati dinyatakan meninggal dunia pada Senin (9/2) pukul 15.00 WIB.

Bingung Tak Ada Biaya Makamkan Anak

Di tengah duka mendalam, Fitra kebingungan karena tidak mempunyai uang untuk biaya pemakaman sang anak.

Ia akhirnya meminta tolong kepada salah satu relawan yang ada di Medan.

Ale, seorang relawan yang ada di Kota Medan, turut membantu dalam pengumpulan biaya pemakaman anak Fitra.

Ale bercerita awalnya dia dihubungi Fitra untuk dimintai tolong membelikan susu untuk anak Fitra sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"2 hari yang lalu ibunya telepon saya 'Bang, tolong bantulah, bang. Susu sama pampers anak saya' katanya. Oke kak, besok saya up lah kak, saya bilang gitu. Mudah-mudahan ada yang bantu susu sama pampers. Jadi setelah besoknya, mamaknya kabarin jam 15.00 WIB 'Bang, anakku sudah engga ada' katanya," kata Ale saat dihubungi, Selasa (10/2).

Ale mengatakan Fitra tidak memiliki uang untuk makan di rumah sakit dan tinggal di rumah sakit itu selama 4 bulan. Fitra menahan lapar karena tidak mempunyai uang dan tidak punya siapa pun di Medan.

Suami Fitra yang sedang bekerja di Aceh hanya berkunjung sekali sebulan untuk melihat istri dan anaknya.

"Suaminya itu ikut kerja ke Subulussalam, Aceh, biar ada pemasukan. Jadi suaminya jarang ke rumah sakit, bisa dikiralah sebulan sekali gitu. Karena kan hanya ngirim (uang) aja untuk biaya makan," ucap Ale.

Ale menuturkan Fitra bingung untuk biaya pemakaman anaknya dan meminta tolong kepada dirinya agar dibantu dalam penggalangan donasi.

Ale pun membantu dan mencoba menghubungi orang-orang, namun tidak ada respons.

"Jadi pada saat anaknya meninggal, dia bilang sama saya 'Bang, aku engga ada uang sama sekali untuk biaya makam anakku, kayak mana bang? Untuk pulang ke Jambi saja (engga ada)' katanya. Apalagi bawa jenazah pasti kan ongkosnya jutaan karena jenazah," ujar Ale.

"Saya bilang 'kuusahakan'. Kita pun dana engga ada juga kan. Aku sempat telepon-telepon ke orang-orang penting lah. Engga direspons semua. Tapi, sekitar 2 jam setelah aku menghubungi, anggota DPRD Sumut, Afif Abdillah, yang respons cepat sama saya. 'Pak, tolong bantulah', aku bilang, oke katanya," sambung Ale.

Ale kemudian menghubungi suami Fitra agar diizinkan anaknya dimakamkan di perkuburan Halat, Medan. Lalu, suaminya pun menyetujuinya dan akan datang keesokan harinya untuk menemui anak dan istrinya.

Anaknya dikuburkan pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB setelah waktu Isya.

Namun, ada cerita sebelumnya. Ale mengatakan pada saat anaknya ingin dimandikan dan dimakamkan serta penggalian tanah kuburan, dia belum mendapatkan donasi dan tidak memegang uang sama sekali. Namun, setelah Ale berusaha, akhirnya mendapatkan donasi dari orang-orang.

"Awalnya waktu kami ngorek kuburan itu uang sepersen pun engga ada, bismillah saja. Jadi aku janjikan, tanah kuburan kami korek pukul 17.00 WIB, itu belum ada uang sama sekali, kain kafan pun engga ada, pemandian pun engga ada, engga ada dana. Jadi semua donatur kita telepon, hampir 2 jam kami nyari uang engga ada. Alhamdulillah, dimudahkan semua," jelas Ale.

Ale mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk empati kemanusiaan di Medan, Sumatera Utara.

"Kalau kita empati kemanusiaan di Medan ini. Saya kan minta support dari terkadang pemerintah dan orang-orang baik," tutup Ale.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinar Mas Land Dukung Hari Pers Nasional 2026, melalui Seminar Nasional ‘Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru’
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ada Diskon 30%, KAI Siapkan 1,2 Juta Kursi untuk Lebaran 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Unpad Buka Program PJJ Jenjang Magister, Ada Beasiswa Lho! Intip Yuk
• 16 menit lalumedcom.id
thumb
Kisah Nasabah Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Jelang Ramadan, Kapolri Instruksikan Satgas Pangan Jaga Harga Bahan Pokok
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.