SOE, KOMPAS - Air bersih akhirnya hadir bagi sedikitnya 500 warga Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran air bersih bagi masyarakat di daerah pedalaman Pulau Timor ini disebut bagian dari kerja Muhammadiyah membantu pemerintah memajukan bangsa.
Peresmian instalasi air bersih pada Selasa (10/2/2026) itu ditandai penekanan tombol untuk mengalirkan air dari mata air ke kran yang telah disiapkan. Air meluncur deras. Debit air mencapai 0,3 liter per detik. Warga bersorak menyambut air yang sudah lama dinantikan.
Hadir dalam peresmian itu adalah Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Nurul Yamin dan Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang Nasaruddin Malik.
Selain itu, ada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT Mukhsin Masri dan Senior Manager Public Affair and Sustainability Danone Indonesia Firman Kusuma.
Sebelum peresmian, rombongan disambut Semi Ita (46), Ketua Suku Ita, pemilik hak ulayat tempat mata air yang digunakan. Semi, mengenakan pakaian adat suku Timor dan menunggang kuda. Satwa itu satu-satunya kuda timor yang tersisa di kampung itu.
Selanjutnya, rombongan disambut dengan sapaan adat Timor oleh tetua adat yang disebut Natoni. Mereka diarahkan menuju kran air oleh anak-anak SD yang menari sambil berteriak-teriak bahagia. Mereka bergembira lantaran air kini tidak lagi sulit dicari.
Nurul Yamin mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Muhammadiyah, kata dia, hadir untuk mendekatkan akses tersebut kepada masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih.
Serial Artikel
Luncurkan Buku ”Gerakan Islam Berkemajuan”, Haedar Nashir Tunjukkan Bukti, Bukan Cuma Risalah
Mengapa Kupang, NTT, yang dipilih sebagai tempat Tanwir dan Milad Muhammadiyah? Ketum PP Muhamadiyah menjelaskan alasan-alasannya.
Menurutnya, banyak daerah terpencil seperti Tliu yang masih berjuang mendapatkan air bersih. Dengan sumber daya yang dimiliki, Muhammadiyah akan berusaha hadir membantu warga yang membutuhkan.
"Apa yang dilakukan Muhammadiyah ini bagian dari upaya bersama membantu pemerintah yang tentunya memiliki keterbatasan," katanya.
Ia menuturkan, air bersih tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam setempat, melainkan juga untuk umat beragama lain yang tinggal di situ. Hal ini sama seperti kehadiran banyak sekolah Muhammadiyah yang bersifat inklusif bagi semua golongan.
Nasaruddin Malik menambahkan, Universitas Muhammadiyah akan terlibat dalam program pengabdian bagi masyarakat setempat. Di sekitar mata air itu akan dilakukan penanaman pohon untuk menjaga debit mata air tetap besar.
Setelah air bersih hadir, program pemberdayaan lain dengan sendirinya akan mengikuti. Masyarakat perlu didorong untuk meningkatkan perekonomian mereka. Daerah itu cocok untuk pertanian dan peternakan.
Mata air di Tliu itu digali dalam lubang dengan ukuran permukaan 25 meter persegi. Amin Nurdin Banamtuan (44), warga setempat mengatakan, warga bergotong-royong membangun penampungan di mata air hingga jaringan ke rumah-rumah.
Dari sana, air ditarik menuju ketinggian yang berjarak sekitar 500 m. Di atas, telah berdiri bak penampung berkapasitas 22.000 liter. Dari bak itu kemudian dialirkan ke rumah warga. Setiap empat rumah mendapatkan satu tanki berukuran 1.250 liter.
Menurut Amin, warga sementara memanfaatkan air sebatas untuk minum. Ke depannya, air sudah bisa untuk kebutuhan budidaya tanaman hortikultura dan peternakan skala kecil berupa ayam atau lele.
"Sejak kampung ini berdiri ratusan tahun, baru kali ini kami menikmati air bersih. Selama ini kami ambil air dari sungai yang jaraknya jauh dari sini. Sekitar tiga kilometer dengan jalan menanjak," ucapnya.
Putra Toni (14), siswa SMPN Tliu senang karena tidak lagi memikul air dari sungai ke rumah. Kini, sumber air sudah dekat di halaman rumah mereka.
Serial Artikel
Muhammadiyah: Kemakmuran Tak Boleh Hanya untuk Sekelompok Kecil
Peringatan Milad Ke-112 Muhammadiyah digelar dalam rangkaian tanwir di Kupang, NTT, 4-6 Desember 2024. Tema milad dan tanwir ”Menghadikan Kemakmuran bagi Semua”.





