JAKARTA, DISWAY.ID - Sandang, pangan, dan papan menjadi fondasi utama kualitas hidup masyarakat.
Berangkat dari kebutuhan akan hunian yang layak, Nojorono menggandeng NU Care – LAZISNU Jawa Tengah serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus untuk kembali menjalankan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di awal 2026.
Telah menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Nojorono dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, program RSLH ini telah menghadirkan puluhan unit rumah di beberapa kabupaten di Jawa Tengah seperti Sragen, Klaten, dan Gebog sejak tahun 2022.
Melanjutkan pelaksanaannya di tahun 2026, program ini menyasar beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus seperti Kecamatan Kaliwungu, Bae, Undaan dan Gebog sebagai langkah berikutnya dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.
BACA JUGA:Bongkar Keunggulan Line Up BYD Sebagai Pemimpin Pasar EV Tanah Air, Sarat Technology High Performance EV
BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis Dinanti, Bupati Madiun Sebut Warga Menangis Ingin Segera Terealisasi
“Saya sangat berterima kasih kepada Nojorono Kudus dan juga NU Care - LAZISNU Jawa Tengah atas kontribusi dan perhatiannya kepada masyarakat Kudus," Sam’ani Intakoris selaku Bupati Kudus dalam siaran resmi, Senin 9 Februari 2026.
"Program RSLH telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hunian warga, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor perumahan,” paparnya.
Partisipasi Nojorono dalam Program RSLH menjadi simbol komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar melalui inisiatif sosial yang berkelanjutan.
“Program RSLH telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2022. Setelah Sragen, Klaten, dan Kebumen, tahun ini kami hadir di Kudus, di tempat Nojorono tumbuh dan berkembang," kata Surjadi Lukman selaku Direktur Utama PT Nojorono Tobacco International.
"Besar harapannya bantuan ini bisa meningkatkan kesehatan, kenyamanan serta kesejahteraan penghuninya,” tambahnya.





