Zona Aman Rusia Runtuh: Serangan Ukraina Merembes ke Energi, Logistik, dan Rudal Strategis

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1446, dengan dinamika pertempuran yang kian kompleks dan eskalatif. Dalam beberapa hari terakhir, serangan dan counter-strike tidak lagi hanya terjadi di garis depan pertempuran, tetapi mulai menyasar wilayah strategis Rusia secara signifikan — menandai fase baru dalam strategi militer Kyiv.

Ukraina Tingkatkan Serangan Balasan, Wilayah Belakang Rusia Dihantam

Sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026, pasukan Ukraina dilaporkan meningkatkan serangan balasan secara luas, tidak hanya di garis depan, tetapi juga ke wilayah belakang Rusia. Serangan rudal dan drone telah menarget fasilitas penting di berbagai kota Rusia, termasuk Belgorod dan Bryansk Oblast, yang berdekatan dengan perbatasan Ukraina. Menurut laporan pejabat regional Rusia, serangan ini menyebabkan pemadaman listrik luas dan kerusakan infrastruktur energi di beberapa wilayah, ketika sistem kelistrikan terguncang akibat serangan balasan Ukraina terhadap fasilitas energi dan gardu listrik.

Selain itu, serangan Ukraina dilaporkan telah menyentuh wilayah permukiman di Leningrad Oblast, menyebabkan beberapa gardu listrik mati dan sejumlah kawasan menjadi gelap gulita. Serangan udara serta penggunaan roket presisi menjadi bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengganggu logistik dan pasokan energi Rusia.

Menurut timeline perang terbaru, SBU (badan keamanan Ukraina) juga melancarkan serangan drone terhadap fasilitas industri di Tver Oblast, yang terkait dengan produksi bahan bakar rudal. Hal ini menunjukkan bahwa target Kyiv melampaui posisi militer langsung — menyasar infrastruktur yang mendukung kemampuan perang Rusia.

Zona Laut Hitam dan Serangan Pelabuhan Strategis

Di Laut Hitam, kekuatan Ukraina juga menunjukkan kemampuan serangan berjangkauan jauh. Drone laut dan kapal tak berawak menghantam pelabuhan penting di Novorossiysk, salah satu pelabuhan kunci bagi ekspor minyak Rusia. Insiden ini menunjukkan bahwa ancaman Ukraina terhadap jalur energi dan logistik strategis Rusia tidak lagi bersifat temporer tetapi berpotensi berkelanjutan, menimbulkan tekanan signifikan terhadap mobilitas dan ekspor minyak Moskow.

Fasilitas Energi & Logistik Rusak — Kekuatan Militer Rusia Tertekan

Target yang dipukul Ukraina tidak hanya fasilitas listrik kecil, tetapi juga depot minyak dan garasi penyimpanan logistik di wilayah Rusia seperti Saratov dan Astrakhan Oblast. Laporan intelijen menyatakan ada kerusakan serius pada fasilitas perawatan rudal balistik jarak menengah di selatan Rusia, yang berpotensi berdampak terhadap kemampuan logistik dan kesiapan peralatan perang Rusia.

Lebih dari itu, daftar sasaran tambahan yang dirilis Ukraina mencakup:

Strategi ini menunjukkan kampanye sistematis untuk melemahkan jaringan logistik serta kemampuan serangan Rusia dari belakang garis front. Serangan yang intensif ini menggambarkan perubahan taktik Kyiv dari bertahan menjadi memperluas tekanan ofensif terhadap fasilitas strategis lawan.

Pertempuran Garis Depan: Sengit namun Tanpa Terobosan Signifikan

Meski Ukraina meningkatkan serangan ke wilayah belakang Rusia, pertempuran di garis depan tetap berlangsung sengit namun stabil tanpa kemajuan besar dari kedua belah pihak. Unit-unit di Donetsk, Luhansk, serta sepanjang front timur terus saling bertukar serangan, dengan korban dan kerusakan terus terjadi tetapi tidak cukup untuk mengubah peta kontrol wilayah secara signifikan pada tanggal ini.

Ekonomi Ukraina Tumbuh & Ketahanan Fiskal Terjaga

Dalam dinamika perang berkepanjangan ini, ketahanan ekonomi Ukraina justru menunjukkan tanda-tanda positif. Pada 6 Februari 2026, Kementerian Keuangan Ukraina menetapkan telah menandatangani hibah senilai 690,8 juta dolar bersama Bank Dunia, yang berasal dari aset Rusia yang dibekukan serta kontribusi dari Jepang dan Kanada. Dana ini langsung dialokasikan untuk anggaran negara, antara lain untuk pensiun, bantuan sosial, dan subsidi perumahan — yang sangat penting bagi stabilitas sosial di tengah perang.

Selain itu, pada 7 Februari 2026, Bank Sentral Ukraina mengumumkan bahwa cadangan devisa mencapai 57,7 miliar dolar, angka tertinggi dalam sejarah negara tersebut. Peningkatan cadangan ini memberikan bantalan penting bagi sistem moneter Ukraina, sementara nilai tukar dan sistem pensiun tetap terjaga meski tekanan perang berlangsung.

Pertahanan ekonomi ini dinilai para analis sebagai faktor krusial dalam mempertahankan ketahanan nasional jangka panjang — tidak hanya meriam di medan perang, tetapi juga dukungan fiskal dan sosial yang kuat.

(Catatan: informasi ekonomi ini merupakan bagian dari perkembangan 6–7 Februari 2026 yang dilaporkan pejabat Ukraina.)

Uni Eropa Luncurkan Sanksi ke-20 terhadap Rusia

Secara paralel dengan perkembangan militer, Uni Eropa (UE) secara resmi memperkenalkan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia pada 6 Februari 2026 menjelang peringatan empat tahun invasi. Paket ini mencakup langkah-langkah signifikan:

Langkah ini dirancang untuk mempersempit ruang ekonomi Moskow, memotong pendapatan dari energi yang menjadi tulang punggung anggaran pertahanan Rusia, dan menekan sektor-sektor yang menjadi titik rentan dalam keuangan serta perdagangan Rusia.

Paket ini diperkirakan mulai berlaku secara penuh pada sekitar 24 Februari 2026, bertepatan dengan menandai empat tahun sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai.

Dampak Global: Rusia Terdesak hingga Amerika Latin

Dampak perang bukan hanya terbatas di Eropa dan garis depan. Pada 6 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengakui bahwa perusahaan Rusia tengah menghadapi tekanan keras hingga dipaksa keluar dari Venezuela, sebuah mitra geopolitik penting di Amerika Latin. Tepercaya bahwa aset Rusia senilai sekitar 19 miliar dolar di sana terancam hilang, perkembangan ini menggambarkan bagaimana kebijakan global, khususnya tekanan dari Amerika Serikat, telah mengikis salah satu pijakan strategis Rusia di luar kawasan Eropa.

Hal ini menunjukkan dampak sanksi dan tekanan geopolitik tidak hanya pada kekuatan militer dan ekonomi Rusia di wilayah perang, tetapi juga terhadap hubungan strategis global hingga benua lain.

Kesimpulan Akhir — 7 Februari 2026

Perang Rusia–Ukraina memasuki fase yang tidak hanya bersifat militer di garis depan, tetapi juga ekonomi, logistik, dan geopolitik global. Ukraina menunjukkan kapasitas ofensif yang lebih luas terhadap target strategis di belakang garis pertahanan Rusia, sementara tekanan sanksi dari Uni Eropa dan mitra internasional terus mendesak kekuatan ekonomi Moskow. Bersamaan dengan itu, ketahanan ekonomi Ukraina menunjukkan sinyal stabilitas yang semakin kuat di tengah cobaan konflik berkepanjangan.

Perkembangan terbaru ini menandai era baru dalam konflik yang sudah memasuki tahun ke-empat — perang yang kini bukan hanya soal pertempuran di medan, tetapi juga soal daya tahan ekonomi, diplomasi, dan dukungan internasional yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Makassar Sebut Potensi PAD Makassar Rp2,7 Triliun
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
RDP GMTD Berakhir Tanpa Kejelasan, Komite Adat Desak Hak Angket Keabsahan Dokumen
• 8 jam laluterkini.id
thumb
KPK Yakini Kasus Suap Bea Cukai Bakal Buka Kotak Pandora
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap, Penyebab Kematian Bintang Home Alone Catherine O’Hara
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Krisis Keuangan dan Arah Baru Kinerja Polisi Penjaga Perdamaian PBB
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.