Program Prioritas Prabowo Atasi Kemiskinan Secara Terintegrasi dan Komprehensif

okezone.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dinilai menggunakan pendekatan kerangka kerja Big Bang dan Big Push dalam mengatasi problem kemiskinan di Indonesia. Pemerintah mengambil jalan cepat dan strategis untuk memecahkan problem kemiskinan mendasar dengan berfokus pada pembangunan manusia dan ekonomi kerakyatan.

Dasar pijakan kebijakan pembangunan Pemerintahan Prabowo juga tetap mengacu pada konstitusi UUD 1945.

“Negara bergerak cepat, serentak, dan berskala nasional untuk memecahkan masalah mendasar bangsa, namun tetap fokus pada investasi pembangunan manusia dan ekonomi rakyat,” ujar Manajer Ekonomi Pembangunan Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo dalam dialog media, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :
Prabowo Segera Ajukan Nama Calon Ketua OJK ke DPR, Siapa Dia?

Bram menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki sejumlah program prioritas yang sebenarnya didesain untuk mengatasi kemiskinan secara terintegrasi dan komprehensif.

Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan, menurutnya, merupakan paket terintegrasi yang menyelesaikan seluruh aspek kemiskinan mendasar. 

Baca Juga :
Prabowo Kumpulkan Pengusaha di Hambalang, Apa yang Dibahas?

“Tujuh program prioritas MBG, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, 3 Juta Rumah, Koperasi Desa, Lumbung Pangan, dan Kampung Nelayan merupakan paket terintegrasi yang menargetkan simpul kemiskinan multidimensi sekaligus: gizi, kesehatan, pendidikan, aset rumah, akses pasar desa, rantai pasok pangan, dan produktivitas pesisir dapat diatasi dengan baik,” terangnya.

Baca Juga :
Prabowo Diundang Rapat Perdana Board of Peace AS, Hadir Atau Tidak?

Seluruh program prioritas tersebut juga memenuhi tiga kriteria kerangka kerja Big Bang Reform. Pertama, program dilakukan secara massif (nasional). Kedua, dilaksanakan dengan cepat (speed). Dan yang terakhir, tidak bisa dihentikan atau irreversible.

Oleh karena itu, Adidaya Institute mendorong Presiden Prabowo dapat memilih anggota kabinet yang bukan saja memahami desain dan strategi kerja Presiden, tetapi juga memiliki kemampuan mengeksekusinya.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 10 Februari 2026: Hoki Leo Mengalir, Scorpio Andalkan Intuisi
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menaker Yassierli: Keselamatan dan Kesehatan Kerja Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Administrasi
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Motif 3 Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK Secara Acak: Takut Diserang Duluan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Dituding Inara Rusli Halangi Akses ke Anak, Virgoun: di Sekolah Masih Ketemu
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Istana Pastikan Bentuk Pansel Pimpinan OJK
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.