Jakarta, ERANASIONAL.COM – Penampilan perdana Enzy Storia sebagai co-host Indonesian Idol 2026 menuai beragam reaksi dari publik. Meski dinilai membawa energi segar dan keceriaan, kehadiran Enzy justru menuai kritik dari sebagian warganet yang menilai gaya pembawaannya terlalu heboh dan kurang selaras dengan atmosfer kompetisi.
Indonesian Idol season 14 yang tayang di RCTI tahun 2026 menghadirkan kejutan baru dengan kehadiran Enzy Storia sebagai co-host. Sosok aktris sekaligus presenter ini dipercaya mendampingi Robby Purba dalam membawakan acara pencarian bakat paling populer di Indonesia. Kehadiran Enzy di panggung besar tersebut langsung mencuri perhatian publik, baik dari penonton di studio maupun warganet yang menyaksikan tayangan televisi.
Sejak awal acara, Robby Purba memperkenalkan Enzy dengan penuh semangat. “Indonesia, mulai malam ini saya akan ditemani oleh rekan saya yang sangat cantik sekali, Enzy Storia,” ucap Robby di atas panggung.
Sambutan itu disambut meriah oleh penonton, sementara Enzy dengan antusias langsung berinteraksi. “Yeayy, studio RCTI sekali lagi mana suaranya???” teriaknya, yang membuat suasana semakin riuh.
Energi yang dibawa Enzy memang memberikan nuansa berbeda. Ia tampil ceria, penuh semangat, dan cepat membangun interaksi dengan Robby maupun penonton. Namun, gaya komunikasinya yang ekspresif ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh semua orang. Di media sosial, khususnya Threads, sejumlah warganet menilai Enzy terlalu heboh dan berisik sehingga dianggap mengganggu jalannya kompetisi. Kritik ini pun ramai diperbincangkan.
Salah satu komentar datang dari akun @enyesdwiash_ yang menilai Enzy terlalu sering memotong pembicaraan. “Enzi sorry kamu lama lama annoying. Sok asik jatuhnya asik sendiri. Dunia ga berpusat sama kamu doang kali jadi jgn selalu pengen jd central attention,” tulisnya.
Sementara akun @edwardbingz menilai gaya Enzy kurang cocok dengan atmosfer Indonesian Idol. “Energi dan behave kamu kurang cocok untuk Idol. Bukan berarti jelek, cuma gak cocok aja. Karena terbiasa liat kamu bawain acara yg heboh, rame, dan cewawaan, terus sekarang bawain kompetisi yg cukup serius, jadinya ada kesan berisik,” tulisnya.
Meski begitu, tidak semua komentar bernada negatif. Ada pula warganet yang memberikan dukungan dan masukan dengan bijak. Akun @herdinavm menulis, “Buat yg bilang Enzy terlalu berisik, plis guys, ada orang yg lagi coba hal baru, dia minta saran bukan minta dikatain. Kasih masukan tuh yg membangun”.
Dukungan serupa juga datang dari akun @pranandadodi yang menilai Enzy hanya perlu menyesuaikan timing berbicara agar lebih presisi. “Fun boleh, tapi tensi kompetisinya tetap harus dijaga. Good luck, Enzy!” tulisnya.
Enzy sendiri tidak menutup diri terhadap kritik. Melalui akun Threads pribadinya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan baru ini sekaligus meminta masukan dari penonton. “Senang sekali dengan kesempatan baru ini. Semoga next week bisa lebih baik lagi membawakan acaranya. Enzet ga akan takut untuk coba hal baru, karena aku suka belajar,” tulisnya.
Ia juga secara terbuka meminta pendapat warganet: “Ada yang nonton Indonesia Idol tadi malam? Boleh ya kalo ada masukan teman teman ku akan baca satu persatu. Terima kasih.”
Sikap terbuka Enzy terhadap kritik menunjukkan profesionalisme dan keinginannya untuk terus belajar. Sebagai figur publik, ia menyadari bahwa setiap langkah di panggung besar akan selalu mendapat sorotan. Dengan menerima masukan, Enzy berusaha menyesuaikan diri agar bisa memberikan penampilan terbaik di ajang sebesar Indonesian Idol.
Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang diskusi publik yang sangat berpengaruh. Setiap penampilan artis atau figur publik langsung mendapat evaluasi dari penonton secara real-time. Hal ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, kritik yang berlebihan bisa menekan mental seorang performer. Namun di sisi lain, masukan yang konstruktif bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penampilan.
Indonesian Idol sendiri dikenal sebagai ajang yang serius dalam mencari talenta musik terbaik di Indonesia. Atmosfer kompetisi yang penuh ketegangan sering kali menuntut host untuk menjaga keseimbangan antara hiburan dan profesionalitas. Kehadiran Enzy dengan gaya ceria memang memberikan warna baru, tetapi penyesuaian tetap diperlukan agar tidak mengurangi kesan eksklusif dari kompetisi tersebut.
Meski menuai kritik, banyak penonton tetap mengapresiasi keberanian Enzy mencoba hal baru. Sebagai presenter yang sebelumnya dikenal lewat acara hiburan ringan, langkahnya masuk ke panggung Indonesian Idol menunjukkan keinginan untuk berkembang. Dukungan dari sebagian warganet yang meminta agar kritik disampaikan secara membangun juga menjadi bukti bahwa publik masih memberikan ruang bagi Enzy untuk beradaptasi.
Ke depan, perjalanan Enzy sebagai co-host Indonesian Idol akan menjadi sorotan. Apakah ia mampu menyeimbangkan energi ceria dengan atmosfer kompetisi yang serius, atau justru tetap mempertahankan gaya khasnya yang penuh semangat? Semua itu akan terjawab seiring berjalannya musim Indonesian Idol 2026. Yang jelas, debut Enzy telah membuka diskusi luas tentang peran host dalam sebuah ajang pencarian bakat dan bagaimana publik menilai performa mereka.
Dengan sikap terbuka terhadap kritik dan semangat belajar yang ia tunjukkan, Enzy memiliki peluang besar untuk memperbaiki penampilannya. Kritik yang ia terima bisa menjadi bahan refleksi, sementara dukungan yang datang bisa menjadi motivasi. Pada akhirnya, perjalanan Enzy di Indonesian Idol bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi juga tentang bagaimana ia membangun citra sebagai presenter yang mampu beradaptasi di berbagai format acara.





