Harga CPO Berbalik Melemah, Pasar Cermati Data Penting

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

arga minyak sawit mentah (CPO) menghapus kenaikan awal dan berbalik melemah pada Selasa (10/2/2026), seiring rilis data Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Harga CPO Berbalik Melemah, Pasar Cermati Data Penting. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menghapus kenaikan awal dan berbalik melemah pada Selasa (10/2/2026), seiring rilis data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang diumumkan saat jeda perdagangan tengah hari.

Sentimen pasar juga tertekan oleh pelemahan minyak nabati pesaing di bursa Dalian.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Naik 1,24 Persen ke 8.131, Seluruh Sektor Hijau

Kontrak berjangka (futures) CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,37 persen ke level 4.105 ringgit Malaysia per ton pada 16.13 WIB.

Pelaku pasar cenderung berhati-hati menanti data MPOB Januari yang dirilis saat jeda perdagangan.

Baca Juga:
Ini Tanggapan Danantara usai Sejumlah BUMN Terkoreksi Moody's

Data tersebut menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Januari turun 7,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,82 juta ton metrik, menurut otoritas industri pada Selasa.

Survei Reuters sebelumnya memperkirakan persediaan berada di level 2,91 juta ton, dengan produksi sebesar 1,61 juta ton dan ekspor mencapai 1,42 juta ton.

Baca Juga:
Disanksi OJK Soal Pelanggaran IPO, Manajemen REAL Buka Suara

Di pasar Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,2 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,69 persen.

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru naik tipis 0,14 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, perkebunan kelapa sawit Malaysia yang menua diperkirakan meningkat menjadi 2 juta hektare pada 2027 dari sekitar 1,7 juta hektare saat ini.

Kondisi ini diperkirakan menekan produksi dari negara produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia tersebut.

Dari sisi permintaan, konsumsi minyak sawit India diperkirakan pulih tahun ini seiring turunnya harga, meski persaingan dengan minyak kedelai asal China sebagai alternatif diperkirakan membatasi pertumbuhan.

Permintaan minyak sawit China diperkirakan terus menurun tahun ini, seiring peralihan ke minyak kanola dan minyak kedelai yang lebih murah, menurut para trader dan analis minyak sawit. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Hari WFA Ditetapkan Pemerintah selama Libur Lebaran 2026, Ini Daftar Tanggalnya!
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
CELIOS Kiritik Pertumbuhan Ekonomi RI 2025, Ungkap Sejumlah Kejanggalan
• 37 menit lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Tangkap Wali Murid Penganiaya Guru di Sampang, Sita Sebilah Celurit
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Wajib Belajar 13 Tahun Mencegah Pernikahan Dini
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Diguyur Hujan 36 Hari, Ratusan Peringatan Banjir Bergema di Negara Ini
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.