Lintasi Jembatan Gantung di Tanggamus, Angkutan Pedesaan Lampung Terjun ke Sungai

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Sebuah angkutan pedesaan yang dinaiki 18 orang terjun ke sungai saat melintasi Jembatan Gantung di Pekon (desa) Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (9/2/2026) petang. Akibat insiden tersebut, tiga penumpang mengalami luka berat sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Kecelakaan tunggal itu menimpa minibus Suzuki Carry dengan nomor polisi BE 1058 UU yang merupakan angkutan pedesaan. Kendaraan itu dikemudikan oleh Asadin (48), warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, yang melintas usai menghadiri resepsi pernikatan di Kecamatan Gisting, Tanggamus. Insiden terjadi pada Senin, tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB.  

Camat Pugung Ahmad Yani Halim mengatakan, jembatan gantung yang dilintasi kendaraan tersebut adalah jembatan penghubung antardusun. Selama ini, jembatan itu menjadi akses utama warga setempat karena merupakan jalur pintas menuju dusun. Jika melewati jalan darat, kendaraan harus memutar lebih dari 10 kilometer.   

Menurut dia, jembatan itu dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Namun, kapasitas jembatan dengan lebar kurang dari 1,5 meter dan panjang sekitar 15 meter itu memang terbatas.

“Jembatan itu memang sempit, tapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat dengan jumlah penumpang terbatas sekitar 3-4 orang,” kata Ahmad saat dihubungi dari Bandar Lampung, pada Selasa (10/2/2026).

Saat minumus yang mengangkut belasan penumpang itu melintas, jembatan tiba-tiba miring sehingga mobil terjun ke sungai dari ketinggian sekitar 10 meter dari atas jembatan. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu pun langsung menyelamatkan para korban.

Sejumlah korban yang mengalami luka dievakuasi ke rumah sakit. Sementara kendaraan yang masuk ke dalam sungai sudah dievakuasi oleh aparat kepolisian dari Polsek Pugung dan Polres Tanggamus.

Baca JugaAlami Kecelakaan Tunggal, Bus Masuk Jurang Sedalam 50 Meter di Lampung Barat
Luka berat

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus Ajun Komisaris Rudi Khisbiyantoro mengatakan, korban luka akibat kecelakaan itu adalah dua lansia dan satu anak yang merupakan warga desa setempat. Saat ini, ketiga korban masih dirawat di rumah sakit yang berbeda.

  

Tumiyem (71), korban yang dirawat di RS Surya Asih Pringsewu, mengalami luka memar di bagian dada serta lecet di siku tangan kiri. Adapun Sutiyah (60) harus dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, karena mengalami patah tulang di bahu sebelah kanan. Sementara Naimatul Khusnia (13) yang dirawat di RS Mitra Husada Pringsewu mengalami patah tulang di bahu sebelah kiri serta lecet pada kaki kiri dan pinggang.

Sementara itu, sopir dan 14 penumpang lainnya mengalami luka ringan. Identitas para korban yang mengalami luka ringan ialah Mutiah (45), Ngatijem (53), Rustiana (45), Misnah (40), Watini (45), Intan (60), Ratna (37), Yani (36), Yunita (30), Susilawati (35), Ani Mailani (40), Ernawati (43), serta dua balita Tania (3,5) dan Arasya (2).

“Tidak ada korban meninggal dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Korban luka ringan telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan medis,” kata Rudi.

  

Dia mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan itu dipicu patahnya besi penahan seling jembatan gantung. Kondisi tersebut menyebabkan seling baja kendur dan jembatan miring ke satu sisi saat dilintasi kendaraan. Hal itu membuat kendaraan kehilangan keseimbangan sehingga terjun ke sungai.

“Dugaan sementara, kerusakan seling dipengaruhi faktor usia jembatan serta beban muatan kendaraan yang tidak sesuai dengan standar kekuatan jembatan gantung,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanggamus untuk menindaklanjuti kondisi jembatan gantung yang rusak. Polisi juga akan menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan angkutan pedesaan, agar mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Pengemudi juga harus memperhatikan daya angkut kendaraan serta tidak memaksakan melintas pada jembatan gantung yang tidak sesuai dengan kapasitas beban.

Insiden kendaraan tercebur ke sungai juga pernah terjadi di Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, pada 17 Januari 2026. Saat itu, sebuah mobil boks yang nekat melintasi jembatan gantung yang merupakan akses penghubung antar kecamatan terjatuh ke sungai. Kendaraan itu terjun ke sungai setelah salah satu tali sling jembatan terputus. Beruntung, sopir mobil selamat setelah dapat keluar dari kendaraannya.

Baca JugaBus Rombongan Peserta ”Study Tour” MIN 1 Pesisir Barat Kecelakaan di Tanggamus

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Brace Donyell Malen Bawa AS Roma Kalahkan Cagliari di Liga Italia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ikut Arahan Presiden, Mahasiswa STIK Terjun Bantu Warga Aceh Pascabencana
• 20 jam laludetik.com
thumb
DPR Terima Surpres Calon Dubes Negara Sahabat untuk RI
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Bocah SD Tewas Tertabrak Kereta di Parung Panjang, Terlempar hingga 30 Meter Saat Pulang Sekolah
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Prediksi Susunan Pemain Persib Vs Ratchaburi FC: Tanpa Marck Klok dan Beckham Putra, Siapa Jadi Andalan?
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.