Hipertiroidisme pada kucing menyerang lebih dari 10 persen kucing berusia di atas 10 tahun dan kini menjadi penyakit endokrin paling umum pada kucing.
Tanya:
Kucing senior kami menderita hipertiroidisme. Seberapa umum penyakit ini, dan apa penyebabnya?
Jawab:
Hipertiroidisme disebabkan oleh tumor jinak pada dua kelenjar tiroid yang terletak di leher kucing. Tumor tersebut menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan, yang kemudian mempengaruhi seluruh sistem tubuh.
Hipertiroidisme pada kucing menyerang lebih dari 10 persen kucing berusia di atas 10 tahun dan kini menjadi penyakit endokrin paling umum pada kucing. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1979, dan prevalensinya terus meningkat.
Banyak faktor berperan dalam perkembangan penyakit ini, antara lain:
Usia.
Hipertiroidisme paling sering terjadi pada kucing usia lanjut.
Genetik.
Ras Siam, Himalaya, Persia, dan Burma memiliki risiko rendah. Karena itu, kucing yang terkena kemungkinan memiliki kecenderungan genetik.
Pola makan.
Hormon tiroid mengandung yodium, dan makanan dengan kadar yodium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dikaitkan dengan hipertiroidisme. Penyakit ini juga lebih umum pada kucing yang mengonsumsi makanan kaleng berbahan ikan atau diet yang mengandung banyak isoflavon kedelai atau selenium.
Wadah makanan.
Kucing yang diberi makanan kaleng memiliki risiko dua hingga lima kali lebih tinggi terkena hipertiroidisme dibandingkan kucing yang makan makanan kering. Banyak kaleng makanan hewan, terutama kaleng dengan tutup tarik, dilapisi bisfenol A (BPA), yang dapat berdampak buruk pada kelenjar tiroid. Di negara-negara yang tidak mengizinkan penggunaan bahan kimia ini, hipertiroidisme pada kucing jarang ditemukan. Meski demikian, sekitar 25 persen kucing hipertiroid tidak pernah mengonsumsi makanan kaleng.
Bahan kimia lingkungan.
Paparan zat penghambat api, pengharum ruangan, pestisida, dan herbisida dikaitkan dengan hipertiroidisme. Kucing berisiko tinggi karena mereka menghabiskan banyak waktu beristirahat di karpet dan furnitur berlapis kain—yang sering diberi bahan penghambat api—dan menelan zat-zat tersebut saat menjilati bulunya. Penelitian menunjukkan bahwa kucing hipertiroid memiliki kadar darah polybrominated diphenyl ethers (PBDE) serta perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl substances (PFAS)—yang dikenal sebagai “bahan kimia abadi”—lebih tinggi dibandingkan kucing yang sehat.
Penelitian juga membuktikan bahwa vaksinasi serta obat pencegah kutu dan caplak komersial tidak terkait dengan perkembangan hipertiroidisme.
Tanya:
Hidung dan bantalan kaki Hunter, anjing springer spaniel tua kami, tampak kering, berkerak, dan menebal, meskipun ia tidak terlihat terganggu. Haruskah kami khawatir?
Jawab:
Setiap perubahan pada tubuh Hunter sebaiknya diperiksa oleh dokter hewan. Anda mungkin mengetahui bahwa ia mengalami kondisi yang disebut hiperkeratosis.
Gangguan ini terjadi ketika keratin menumpuk secara berlebihan pada kulit hidung dan/atau bantalan kaki. Keratin adalah protein berserat yang membentuk kulit, rambut, kuku, dan bantalan kaki, serta berfungsi memberi perlindungan dan penopang.
Pada kulit hidung—yang disebut planum nasale—kekeringan dapat diperparah oleh berkurangnya sekresi cairan dari kelenjar hidung kecil tepat di bagian dalam hidung. Kelenjar ini berfungsi melembapkan kulit hidung dan bagian dalam hidung.
Hiperkeratosis paling sering menyerang anjing usia menengah hingga lanjut. Kondisi ini dapat terjadi pada semua ras, tetapi paling umum pada basset hound, beagle, boxer, bulldog, cocker spaniel, Labrador retriever, dan springer spaniel.
Jika kulit hidung dan bantalan kaki Hunter hanya kering, Anda tidak perlu melakukan apa pun. Jika tampilannya mengganggu, Anda dapat mengoleskan propilen glikol, salep Kerasal, minyak ikan, vitamin E, petroleum jelly, pelembap tanpa pewangi, atau Bag Balm. Jika penumpukan keratin pada bantalan kakinya berlebihan, keratin tersebut dapat dipangkas dengan gunting atau dihaluskan menggunakan pengikir kuku.
Kadang-kadang, kulit hidung dan bantalan kaki anjing menjadi sangat kering hingga terbentuk retakan dalam. Jika retakan tersebut berdarah, menimbulkan nyeri, atau terinfeksi, Hunter perlu segera dibawa ke dokter hewan.
Pembaca yang terhormat:
Kami ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirimkan masukan Anda.





