jpnn.com, TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang tengah melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air Sungai Cisadane.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan perubahan kondisi air akibat residu pemadaman kebakaran gudang di kawasan Setu, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Senin (9/2/2026).
BACA JUGA: Pekerja Renovasi Jembatan Leuwiranji Jatuh ke Sungai Cisadane, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang Ari Margo di Tangerang, Selasa, mengatakan uji kualitas air dilakukan sebagai tindak lanjut terjadinya cemaran sungai akibat insiden kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2).
Residu dari kebakaran gudang kimia tersebut akan berdampak terhadap kualitas air Cisadane yang sejauh ini menjadi bahan konsumsi di sekitar Tangerang Raya.
BACA JUGA: Spirit Gotong Royong Tanpa Batas, Sukarelawan Tzu Chi & ASG Gelar Aksi Bersih Sungai Cisadane
"Sungai itu hilirnya ada di Kabupaten Tangerang, seperti di Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, dan Sepatan, jadi kita cek di hilir," ujarnya.
Saat ini, pihaknya telah mengambil sampel air Sungai Cisadane untuk dilakukan uji laboratorium. Uji tersebut untuk mengetahui komposisi kandungan cemaran dan potensi hidrogren air tersebut. Tahapan uji laboratorium ini akan memerlukan waktu selama dua pekan.
BACA JUGA: Tong Plastik Biru di Sungai Cisadane Bikin Geger, Isinya Ternyata Mayat Perempuan
"Untuk sementara ini daerah aliran Sungai Cisadane dan anak sungainya, yang berpotensi terlewati aliran itu, untuk sementara jangan mengonsumsi untuk apa namanya mandi cuci itu dulu sementara," ujarnya.
Kebakaran menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2).
Kebakaran itu menimbulkan dampak terlihat serius terhadap lingkungan sekitar. Aliran kali di sekitar lokasi dilaporkan tercemar, ditandai dengan perubahan kondisi air serta ikan yang mengapung akibat tercemar pestisida.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebutkan bahwa dugaan cemaran aliran kali berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida.
Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel Hadiman mengatakan berdasarkan hasil penelusuran lapangan ditemukan sumber pencemaran berasal dari cairan kimia.
"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," ucapnya.
Menurutnya, cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida di Kota Tangsel, di mana gudang itu terjadi kebakaran sehingga sejumlah bahan kimia dilakukan penyemprotan oleh pihak damkar dan tersebar ke bantaran kali.
Kejadian tersebut mengakibatkan kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Bahkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.
"Akibatnya bahan cairan kimia terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. Jadi dia (lokasi kebakaran) enggak ada produksi," kata dia.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




