Gelombang pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak-anak di Eropa kian meluas. Setelah langkah berani Australia, kini Jerman dan Republik Ceko bersiap mengambil kebijakan serupa demi melindungi kesehatan mental generasi muda.
Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis, pada Minggu (8/2) secara terbuka menyatakan dukungannya untuk melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun.
"Saya mendukung hal ini karena para ahli yang saya kenal mengatakan (medsos) sangat berbahaya bagi anak-anak. Kita harus melindungi anak-anak kita," ujar Babis dalam pesan video yang diunggah di akun media sosialnya mengutip Reuters.
Pernyataan ini diperkuat oleh Wakil Perdana Menteri Karel Havlicek. Ia menyebut kabinet pemerintah Ceko sedang serius mempertimbangkan usulan larangan tersebut. Jika disepakati, rancangan undang-undangnya akan diajukan tahun ini.
Langkah tegas JermanDi Jerman, wacana serupa juga menguat. Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU), partai pimpinan Kanselir Friedrich Merz, sedang mempertimbangkan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun.
Sekretaris Jenderal CDU, Carsten Linnemann, menegaskan dukungannya terhadap aturan batas usia yang ketat ini.
"Anak-anak punya hak atas masa kecil mereka. Kita harus melindungi anak-anak dari kebencian, kekerasan, kejahatan, dan disinformasi manipulatif di dunia digital," kata Linnemann kepada surat kabar Bild mengutip Reuters.
Menurutnya, di jejaring sosial, anak-anak kerap terpapar konten yang belum mampu mereka klasifikasikan atau proses secara mental.
Isu ini rencananya akan dibahas dalam konferensi nasional partai CDU pada 20-21 Februari mendatang. Usulan tersebut mencakup verifikasi usia wajib untuk platform terbuka seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.
Thorsten Schmiege, kepala regulator media tingkat negara bagian di Jerman, menambahkan bahwa jika langkah sukarela dari platform tidak cukup, maka larangan total bisa menjadi opsi terakhir. Masalah seperti cyberbullying, pelecehan seksual online, dan ujaran kebencian menjadi perhatian utama regulator.
Tren global pembatasan medsosLangkah Jerman dan Ceko ini mengikuti jejak Australia yang pada Desember lalu menjadi negara pertama yang melarang akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.
Negara-negara Eropa lainnya juga mulai memperketat aturan. Spanyol dan Yunani baru saja mengusulkan larangan serupa minggu lalu. Langkah Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan sempat memicu kemarahan miliarder pemilik X (Twitter), Elon Musk.
Sementara itu, Inggris sedang mempertimbangkan larangan ala Australia, dan Prancis tengah memproses undang-undang untuk melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial. Pemerintah di seluruh dunia kini makin waspada terhadap dampak screen time terhadap perkembangan dan kesejahteraan mental anak.





